Tim Dosen Universitas Budi Luhur Luncurkan Aplikasi untuk Selamatkan Seni Tradisi Banten
Rabu, 12 November 2025 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Tim pelaksana menggelar serangkaian pelatihan intensif terkait Pelatihan Produksi Konten Digital dan Pelatihan Manajemen Media Sosial. Inovasi inti dari seluruh program ini adalah pengembangan aplikasi digital Pusaka Tari Golok. "Kami merancang aplikasi digital Pusaka Tari Golok sebagai sebuah ekosistem digital. Ini adalah platform seluler berbasis Android, dibuat ringan agar dapat diakses oleh gawai dengan spesifikasi menengah ke bawah," jelasnya.
Tim PkM melakukan pendekatan partisipatif dengan memposisikan mitra sebagai co-creator. Menurut Geri Suratno yang menangani aspek desain dan antarmuka dengan pendekatan Human-Centered Design yang partisipatif, pengembangan aplikasi ini terletak pada metodologinya. "Kami tidak datang dan memberikan produk jadi. Mitra kami dalam hal ini Padepokan Piksi Terumbu Banten kami posisikan sebagai co-creator atau rekan kerja. Proses ini dimulai dengan lokakarya co-design untuk memetakan kebutuhan dan merancang alur pengguna (user flow) bersama-sama," jelas Geri.
Pada fase co-creation, para penari senior berperan sebagai narasumber utama. Tim pelaksana dan mahasiswa bertugas mendigitalisasi pengetahuan lisan mereka menjadi format video tutorial dan narasi teks yang autentik. "Desain antarmuka visualnya pun kami kembangkan berdasarkan masukan mitra agar sesuai dengan identitas budaya Tari Golok," kata Geri.
Peran para mahasiswa sangat krusial dalam proses ini. Abdullah Kafabihi bertugas menyiapkan perangkat keras dokumentasi audio-visual dan mengelola database. Hidayat Ramadhani Supriyatna berfokus pada pengembangan platform digital dan media sosial, sementara Muhammad Darus Alfahrizi bertindak sebagai mentor lapangan yang membantu pembuatan konten dan pendampingan teknis sehari-hari.
Tim PkM melakukan pendekatan partisipatif dengan memposisikan mitra sebagai co-creator. Menurut Geri Suratno yang menangani aspek desain dan antarmuka dengan pendekatan Human-Centered Design yang partisipatif, pengembangan aplikasi ini terletak pada metodologinya. "Kami tidak datang dan memberikan produk jadi. Mitra kami dalam hal ini Padepokan Piksi Terumbu Banten kami posisikan sebagai co-creator atau rekan kerja. Proses ini dimulai dengan lokakarya co-design untuk memetakan kebutuhan dan merancang alur pengguna (user flow) bersama-sama," jelas Geri.
Pada fase co-creation, para penari senior berperan sebagai narasumber utama. Tim pelaksana dan mahasiswa bertugas mendigitalisasi pengetahuan lisan mereka menjadi format video tutorial dan narasi teks yang autentik. "Desain antarmuka visualnya pun kami kembangkan berdasarkan masukan mitra agar sesuai dengan identitas budaya Tari Golok," kata Geri.
Peran para mahasiswa sangat krusial dalam proses ini. Abdullah Kafabihi bertugas menyiapkan perangkat keras dokumentasi audio-visual dan mengelola database. Hidayat Ramadhani Supriyatna berfokus pada pengembangan platform digital dan media sosial, sementara Muhammad Darus Alfahrizi bertindak sebagai mentor lapangan yang membantu pembuatan konten dan pendampingan teknis sehari-hari.
(zik)
Lihat Juga :