Tim Dosen Universitas Budi Luhur Luncurkan Aplikasi untuk Selamatkan Seni Tradisi Banten
Rabu, 12 November 2025 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Mitra strategis dalan kegiatan PkM ini adalah Padepokan Piksi Terumbu Banten, komunitas seni berlokasi di Kramatwatu, Kabupaten Serang. Padepokan tersebut didirikan pada 2016, saat ini dipimpin Mario Andetti. Padepokan ini mendedikasikan dirinya sebagai garda terdepan pelestarian Tari Golok.
"Tim pelaksana PkM melihat potensi luar biasa pada komunitas tersebut. Mereka memiliki penguasaan teknik dan filosofi tari mendalam serta semangat yang kuat untuk melestarikan budaya lokal. Namun, potensi tersebut terhambat oleh kondisi internal. Analisis awal tim menunjukkan, manajemen komunitas masih berjalan sangat konvensional, bergantung pada komunikasi tatap muka," ujar Anwar.
Meski solid, lanjutnya, tim inti Padepokan Piksi Terumbu yang hanya terdiri dari enam orang ini memiliki kesenjangan kompetensi signifikan di bidang non-artistik. Di antaranya, dalam hal produksi konten digital dan administrasi modern. Dari segi sarana, mereka memiliki pendopo sederhana. Keterbatasan paling signifikan terletak pada perangkat teknologi dan akses internet yang memadai. Kebutuhan mendesak mitra inilah yang menjadi titik temu sempurna bagi solusi yang ditawarkan tim Universitas Budi Luhur.
Tim PkM Universitas Budi Luhur memberikan solusi holistik berupa pelatihan SDM hingga ekosistem digital. Penanggung Jawab Teknis PkM Universitas Budi Luhur Iman Permana menjelaskan, program ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dan mendapatkan dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun anggaran 2025.
"Program PISN ini tidak hanya memberikan 'ikan', tetapi juga 'kail' dan 'cara memancing'. Solusinya dirancang secara holistik serta menyentuh dua aspek utama yakni peningkatan kapasitas manusia (sosial kemasyarakatan) dan penyediaan alat bantu (manajemen-pemasaran)," ujar Iman.
"Tim pelaksana PkM melihat potensi luar biasa pada komunitas tersebut. Mereka memiliki penguasaan teknik dan filosofi tari mendalam serta semangat yang kuat untuk melestarikan budaya lokal. Namun, potensi tersebut terhambat oleh kondisi internal. Analisis awal tim menunjukkan, manajemen komunitas masih berjalan sangat konvensional, bergantung pada komunikasi tatap muka," ujar Anwar.
Meski solid, lanjutnya, tim inti Padepokan Piksi Terumbu yang hanya terdiri dari enam orang ini memiliki kesenjangan kompetensi signifikan di bidang non-artistik. Di antaranya, dalam hal produksi konten digital dan administrasi modern. Dari segi sarana, mereka memiliki pendopo sederhana. Keterbatasan paling signifikan terletak pada perangkat teknologi dan akses internet yang memadai. Kebutuhan mendesak mitra inilah yang menjadi titik temu sempurna bagi solusi yang ditawarkan tim Universitas Budi Luhur.
Tim PkM Universitas Budi Luhur memberikan solusi holistik berupa pelatihan SDM hingga ekosistem digital. Penanggung Jawab Teknis PkM Universitas Budi Luhur Iman Permana menjelaskan, program ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dan mendapatkan dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun anggaran 2025.
"Program PISN ini tidak hanya memberikan 'ikan', tetapi juga 'kail' dan 'cara memancing'. Solusinya dirancang secara holistik serta menyentuh dua aspek utama yakni peningkatan kapasitas manusia (sosial kemasyarakatan) dan penyediaan alat bantu (manajemen-pemasaran)," ujar Iman.
Lihat Juga :