Mengenal Grisna Anggadwita, Dosen Telkom University Pejuang Inklusi Disabilitas

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:49 WIB
loading...
A A A
“Perempuan wirausaha masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya ekonomi, tetapi juga dari lingkungan sosial, budaya, hingga aspek keagamaan,” tuturnya.

Penelitian tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies dengan judul Socio-cultural Environments and Emerging Economy Entrepreneurship: Women Entrepreneurs in Indonesia. Dari sana, Grisna semakin menyadari bahwa perempuan masih termasuk kelompok rentan di Indonesia.

Minat risetnya lalu berlanjut pada kelompok yang lebih jarang tersentuh, yakni perempuan mantan warga binaan lembaga pemasyarakatan. Ia sempat melakukan penelitian di lapas di Lampung dan Bandung, meski harus berhadapan dengan tantangan birokrasi serta kuatnya stigma sosial.

“Banyak dari mereka sebenarnya punya potensi besar, tapi terpinggirkan,” ujarnya.

Fokus pada Pemberdayaan Penyandang Disabilitas


Titik balik Grisna menuju isu disabilitas terjadi ketika ia bertemu seorang wirausaha perempuan penyandang disabilitas di Yogyakarta yang memasarkan produk komunitas disabilitas. Dari situ, Grisna melihat langsung besarnya potensi ekonomi, terutama di wilayah pedesaan.

Sebagai alumni Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Grisna kemudian melakukan berbagai penelitian kolaboratif. Ia bekerja sama dengan Prof. Nurul Indarti (UGM), Rochmat Aldy Purnomo (Universitas Muhammadiyah Ponorogo), hingga Richard Tomlins dari Coventry University.

Kolaborasi tersebut melahirkan riset tentang kewirausahaan sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di Yogyakarta dan Ponorogo yang dipublikasikan di Journal of Social Entrepreneurship. Penelitian lain juga dikembangkan dalam bentuk book chapter terbitan Springer berjudul Gender in Digital Entrepreneurship: Recent Issues in Emerging Countries.

Dari rangkaian riset tersebut, Grisna menemukan satu benang merah: penyandang disabilitas membutuhkan pendampingan yang spesifik dan berkelanjutan, karena setiap individu memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda.

“Jenis disabilitas itu sangat beragam, tidak hanya fisik, tapi juga intelektual dan lainnya. Pendekatannya tidak bisa disamaratakan,” jelasnya.

Menurut Grisna, stigma negatif masih menjadi tantangan terbesar. Pandangan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan terbatas kerap memengaruhi kepercayaan diri mereka sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Pijar Foundation dan...
Pijar Foundation dan Unand Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Siapkan SDM Unggul,...
Siapkan SDM Unggul, BCA Berbagi Ilmu Gelar Kuliah Umum di Telkom University
Cerita Inspiratif dari...
Cerita Inspiratif dari UTBK 2026 di UNEJ: Peserta Disabilitas Berjuang Wujudkan Mimpi Kuliah
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Pemberdayaan Inklusif...
Pemberdayaan Inklusif Jadi Kunci, Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Siap Kerja
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Mengenal Child Grooming:...
Mengenal Child Grooming: Bahaya Manipulasi Psikologis yang Dialami Aurelie Moeremans
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved