Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Minggu, 24 Mei 2026 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
“Saat itu kami fokus dulu ke Banda Aceh dan inilah yang realistis, yakni mendorong anak-anak SMA atau SMK tembus kampus top,” jelasnya.
Feroz memilih Banda Aceh sebagai focus program karena anak-anak dari berbagai desa di Aceh rata-rata pergi ke kota tersebut untuk menempuh pendidikan yang lebih baik
Perjalanan merintis Ekadanta tentu tidak mudah. Feroz harus melakukan brainstorming, menyusun data, hingga mengetuk pintu rumah para alumni senior asal Aceh di Jakarta untuk menggalang dana awal.
Pada angkatan pertama, program ini berjalan 100% gratis untuk 40 siswa terbaik di Banda Aceh yang disaring ketat melalui jalur tes. Hasilnya pun luar biasa; tingkat siswa asal Aceh yang berhasil masuk ITB melonjak hingga 300% pada tahun tersebut.
Kini, Ekadanta telah memasuki tahun ketujuh dan berjalan secara mandiri. Melalui peta jalan (roadmap) yang matang, Feroz menerapkan sistem subsidi silang dan diversifikasi pendapatan, termasuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk melatih para guru agar dampak yang dihasilkan bisa lebih masif dan berkelanjutan.
Di luar dedikasinya yang tinggi untuk tanah kelahirannya, Feroz adalah seorang profesional muda yang memiliki karier cemerlang. Lulus dari Teknik Mesin ITB pada Juli 2019, ia langsung direkrut melalui jalur talent pool kampus sebelum proses wisuda resminya.
Ia memulai kariernya selama empat tahun di EQUITEK, sebuah perusahaan Konsultan Manajemen dan Teknologi, dengan menangani berbagai proyek transformasi untuk BUMN-BUMN besar seperti Pos Indonesia, Krakatau Steel, hingga RSCM.
Kariernya kian melesat saat memutuskan pindah ke Altha Consulting pada Oktober 2023. Di perusahaan keduanya ini, ia fokus pada strategi, transformasi proses bisnis, dan teknologi untuk sektor logistik BUMN.
Berkat kompetensinya, Feroz berhasil mendapatkan promosi ganda, dari posisi Manajer di tahun 2023 menjadi Senior Manager pada September 2025.
Di tengah padatanya jadwal pekerjaan utamanya, termasuk rutinitas bepergian dari Jakarta ke berbagai kota setiap minggu, posisi manajerial ini justru memberinya ruang dan fleksibilitas untuk tetap mengontrol operasional Ekadanta di luar jam kerja.
Feroz memilih Banda Aceh sebagai focus program karena anak-anak dari berbagai desa di Aceh rata-rata pergi ke kota tersebut untuk menempuh pendidikan yang lebih baik
Perjalanan merintis Ekadanta tentu tidak mudah. Feroz harus melakukan brainstorming, menyusun data, hingga mengetuk pintu rumah para alumni senior asal Aceh di Jakarta untuk menggalang dana awal.
Pada angkatan pertama, program ini berjalan 100% gratis untuk 40 siswa terbaik di Banda Aceh yang disaring ketat melalui jalur tes. Hasilnya pun luar biasa; tingkat siswa asal Aceh yang berhasil masuk ITB melonjak hingga 300% pada tahun tersebut.
Kini, Ekadanta telah memasuki tahun ketujuh dan berjalan secara mandiri. Melalui peta jalan (roadmap) yang matang, Feroz menerapkan sistem subsidi silang dan diversifikasi pendapatan, termasuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk melatih para guru agar dampak yang dihasilkan bisa lebih masif dan berkelanjutan.
Di luar dedikasinya yang tinggi untuk tanah kelahirannya, Feroz adalah seorang profesional muda yang memiliki karier cemerlang. Lulus dari Teknik Mesin ITB pada Juli 2019, ia langsung direkrut melalui jalur talent pool kampus sebelum proses wisuda resminya.
Ia memulai kariernya selama empat tahun di EQUITEK, sebuah perusahaan Konsultan Manajemen dan Teknologi, dengan menangani berbagai proyek transformasi untuk BUMN-BUMN besar seperti Pos Indonesia, Krakatau Steel, hingga RSCM.
Kariernya kian melesat saat memutuskan pindah ke Altha Consulting pada Oktober 2023. Di perusahaan keduanya ini, ia fokus pada strategi, transformasi proses bisnis, dan teknologi untuk sektor logistik BUMN.
Berkat kompetensinya, Feroz berhasil mendapatkan promosi ganda, dari posisi Manajer di tahun 2023 menjadi Senior Manager pada September 2025.
Di tengah padatanya jadwal pekerjaan utamanya, termasuk rutinitas bepergian dari Jakarta ke berbagai kota setiap minggu, posisi manajerial ini justru memberinya ruang dan fleksibilitas untuk tetap mengontrol operasional Ekadanta di luar jam kerja.
Lihat Juga :