Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Minggu, 24 Mei 2026 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan Feroz dalam menyeimbangkan karier profesional dan aksi sosialnya diakui tidak lepas dari peran besar Tanoto Foundation. Saat masih berkuliah di tingkat satu, ia berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa prestasi yang kala itu bernama National Championship Scholarship (NCS).
Bagi Feroz, Tanoto Foundation memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan finansial, yakni kurikulum pengembangan diri (Self Development) yang sistematis dan terstruktur.
Selama menjadi penerima beasiswa, Feroz ditempa melalui berbagai program sosial seperti mengajar di panti asuhan, hingga pelatihan kepemimpinan intensif.
Di sanalah ia mengasah soft skill krusial yang digunakannya hingga hari ini: kemampuan melakukan presentasi, bernegosiasi, dan cara memengaruhi orang lain (how to influence people).
Ilmu-ilmu manajemen program dan komunikasi yang ia dapatkan dari Tanoto Foundation-lah yang menjadi pondasi kokoh baginya saat harus meyakinkan dinas pendidikan, kepala sekolah, hingga para donatur alumni demi memajukan Ekadanta.
“Kemampuan seperti ini tidak saya lihat pada program beasiswa lain, yang mungkin lebih berfokus pada pemberian uangnya saja. Di Tanoto Foundation ini, programnya dibuat secara sistematis,” jelas dia.
Sebagai anak muda Aceh yang pernah merasakan langsung tantangan menembus perguruan tinggi terbaik nasional, Teuku Feroz menyimpan harapan besar agar semakin banyak generasi muda dari daerah dapat memiliki kesempatan dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan semata soal kemampuan akademik, melainkan keterbatasan akses terhadap informasi, pendampingan, serta lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa berkembang secara maksimal. Banyak pelajar di Aceh sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan arahan dan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi favorit.
Karena itu, Feroz menilai pembangunan pendidikan tidak bisa hanya berfokus pada siswa semata, tetapi juga perlu memperkuat kualitas guru, budaya belajar, serta keterlibatan para alumni untuk ikut berkontribusi membantu generasi berikutnya.
Bagi Feroz, Tanoto Foundation memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan finansial, yakni kurikulum pengembangan diri (Self Development) yang sistematis dan terstruktur.
Selama menjadi penerima beasiswa, Feroz ditempa melalui berbagai program sosial seperti mengajar di panti asuhan, hingga pelatihan kepemimpinan intensif.
Di sanalah ia mengasah soft skill krusial yang digunakannya hingga hari ini: kemampuan melakukan presentasi, bernegosiasi, dan cara memengaruhi orang lain (how to influence people).
Ilmu-ilmu manajemen program dan komunikasi yang ia dapatkan dari Tanoto Foundation-lah yang menjadi pondasi kokoh baginya saat harus meyakinkan dinas pendidikan, kepala sekolah, hingga para donatur alumni demi memajukan Ekadanta.
“Kemampuan seperti ini tidak saya lihat pada program beasiswa lain, yang mungkin lebih berfokus pada pemberian uangnya saja. Di Tanoto Foundation ini, programnya dibuat secara sistematis,” jelas dia.
Sebagai anak muda Aceh yang pernah merasakan langsung tantangan menembus perguruan tinggi terbaik nasional, Teuku Feroz menyimpan harapan besar agar semakin banyak generasi muda dari daerah dapat memiliki kesempatan dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan semata soal kemampuan akademik, melainkan keterbatasan akses terhadap informasi, pendampingan, serta lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa berkembang secara maksimal. Banyak pelajar di Aceh sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan arahan dan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi favorit.
Karena itu, Feroz menilai pembangunan pendidikan tidak bisa hanya berfokus pada siswa semata, tetapi juga perlu memperkuat kualitas guru, budaya belajar, serta keterlibatan para alumni untuk ikut berkontribusi membantu generasi berikutnya.
(nnz)
Lihat Juga :