Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
Sabtu, 06 Juni 2026 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
"Semangat kita adalah keberagaman, kolaboratif, dan impak atau dampak yang dihasilkan. Kita berkomitmen harus ada kontribusi nyata untuk sesama. Tahun depan, fokus kami adalah memastikan mereka dapat mengakses seluruh ruang kelas dengan mudah."
Seta Wicaksana, M.Psi., Psikolog membeberkan cetak biru taktis yang tengah disiapkan. Untuk pengembangan ke depan, akses kelas bagi mahasiswa inklusi kemungkinan besar akan dipusatkan penuh di lantai satu. Ruang-ruang administrasi dan ruangan di bagian belakang bangunan akan dimaksimalkan serta dikonversi guna mendukung kenyamanan belajar mereka. Tak kalah penting, fasilitas toilet yang sesuai dan ramah disabilitas (accessible toilet) juga menjadi prioritas pembangunan berikutnya.
Langkah ini berkelindan erat dengan visi besar fakultas yang selama ini berfokus pada ranah Psikologi Bisnis. "UP diarahkan agar tidak hanya berkutat pada ranah klinis-individual atau sekadar mendiagnosis personal. Lebih dari itu, ilmu psikologi ditantang untuk mampu memberi warna dan intervensi pada kebijakan publik (public policy) agar dapat menghasilkan dampak positif yang jauh lebih masif bagi masyarakat luas,"ujar Seta.
Sobat CIHO dan Manifesto Memanusiakan Atlet
Perayaan Dies Natalis kali ini juga memamerkan buah manis dari jejaring alumni. Andre Genta Senjaya, M.Psi., CPC., yang merupakan representasi dari ikatan alumni, terlibat aktif menghimpun potensi dalam kegiatan ini. Para alumni tidak hanya datang sebagai tamu undangan, melainkan membawa kontribusi keilmuan yang nyata, salah satunya dengan mengembangkan mata kuliah khusus Psikologi Olahraga di almamater mereka sendiri. Sangat membanggakan melihat alumni yang kembali untuk mengabdi di kampus sendiri.
Dalam acara perdana yang mengawinkan akademisi dan praktisi ini,Andre menggebrak lewat pemaparan konsep baru yang segar. Ia, yang memiliki minat mendalam pada psikologi olahraga, menawarkan sedikit ilmunya dengan memperkenalkan sebuah cabang komunitas yang disebut "Sobat CIHO". Diambil dari bahasa Karo, kata 'Ciho' memiliki arti bersih atau jernih. Harapannya, pelayanan dan kehadiran komunitas ini mampu menjernihkan pikiran, hati, dan perbuatan bagi siapa saja yang mendengarkan.
Seta Wicaksana, M.Psi., Psikolog membeberkan cetak biru taktis yang tengah disiapkan. Untuk pengembangan ke depan, akses kelas bagi mahasiswa inklusi kemungkinan besar akan dipusatkan penuh di lantai satu. Ruang-ruang administrasi dan ruangan di bagian belakang bangunan akan dimaksimalkan serta dikonversi guna mendukung kenyamanan belajar mereka. Tak kalah penting, fasilitas toilet yang sesuai dan ramah disabilitas (accessible toilet) juga menjadi prioritas pembangunan berikutnya.
Langkah ini berkelindan erat dengan visi besar fakultas yang selama ini berfokus pada ranah Psikologi Bisnis. "UP diarahkan agar tidak hanya berkutat pada ranah klinis-individual atau sekadar mendiagnosis personal. Lebih dari itu, ilmu psikologi ditantang untuk mampu memberi warna dan intervensi pada kebijakan publik (public policy) agar dapat menghasilkan dampak positif yang jauh lebih masif bagi masyarakat luas,"ujar Seta.
Sobat CIHO dan Manifesto Memanusiakan Atlet
Perayaan Dies Natalis kali ini juga memamerkan buah manis dari jejaring alumni. Andre Genta Senjaya, M.Psi., CPC., yang merupakan representasi dari ikatan alumni, terlibat aktif menghimpun potensi dalam kegiatan ini. Para alumni tidak hanya datang sebagai tamu undangan, melainkan membawa kontribusi keilmuan yang nyata, salah satunya dengan mengembangkan mata kuliah khusus Psikologi Olahraga di almamater mereka sendiri. Sangat membanggakan melihat alumni yang kembali untuk mengabdi di kampus sendiri.
Dalam acara perdana yang mengawinkan akademisi dan praktisi ini,Andre menggebrak lewat pemaparan konsep baru yang segar. Ia, yang memiliki minat mendalam pada psikologi olahraga, menawarkan sedikit ilmunya dengan memperkenalkan sebuah cabang komunitas yang disebut "Sobat CIHO". Diambil dari bahasa Karo, kata 'Ciho' memiliki arti bersih atau jernih. Harapannya, pelayanan dan kehadiran komunitas ini mampu menjernihkan pikiran, hati, dan perbuatan bagi siapa saja yang mendengarkan.
Lihat Juga :