UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Selasa, 16 Juni 2026 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain berdampak sosial, program ini juga menawarkan efisiensi anggaran yang tinggi. Dengan biaya pemasangan sekitar Rp30 juta per unit, kebutuhan investasi untuk 615 masjid diperkirakan mencapai Rp18,45 miliar. Nilai tersebut relatif kecil dibandingkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Ketua DKM Masjid Ash Shalihin, H. Sodikin, menyambut baik kehadiran program tersebut. Menurutnya, instalasi air minum siap konsumsi memberikan manfaat langsung bagi jamaah dan warga sekitar.
“Selama ini masyarakat sering mengeluhkan kualitas air. Dengan adanya sistem ini, jamaah dapat memperoleh air minum yang sehat dan aman, sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.
Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan bagi semua, program ini juga menitikberatkan pada aspek pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 15 remaja masjid telah dilatih sebagai operator dan pengelola sistem sehingga keberlanjutan layanan dapat dijaga secara mandiri oleh komunitas setempat.
Ke depan, program akan dikembangkan melalui integrasi energi terbarukan berbasis panel surya dan direplikasi di sejumlah masjid lain di DKI Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata.
Mewakili Rektor UNJ, Prof. Iwan Sugihartono selaku Ketua LPPM UNJ menegaskan bahwa keterlibatan UNJ dalam program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“UNJ hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berkomitmen menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
Ketua DKM Masjid Ash Shalihin, H. Sodikin, menyambut baik kehadiran program tersebut. Menurutnya, instalasi air minum siap konsumsi memberikan manfaat langsung bagi jamaah dan warga sekitar.
“Selama ini masyarakat sering mengeluhkan kualitas air. Dengan adanya sistem ini, jamaah dapat memperoleh air minum yang sehat dan aman, sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.
Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan bagi semua, program ini juga menitikberatkan pada aspek pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 15 remaja masjid telah dilatih sebagai operator dan pengelola sistem sehingga keberlanjutan layanan dapat dijaga secara mandiri oleh komunitas setempat.
Ke depan, program akan dikembangkan melalui integrasi energi terbarukan berbasis panel surya dan direplikasi di sejumlah masjid lain di DKI Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata.
Mewakili Rektor UNJ, Prof. Iwan Sugihartono selaku Ketua LPPM UNJ menegaskan bahwa keterlibatan UNJ dalam program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“UNJ hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berkomitmen menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
(nnz)
Lihat Juga :