IIBF 2020 Edisi Virtual Resmi Dibuka
Senin, 28 September 2020 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Panitia IIBF 2020 Arys Hilman mengatakan, IIBF memiliki sejarah panjang dalam pameran buku di Indonesia. Dimana masyarakat hadir tidak hanya berbelanja buku namun juga bisa bertemu penulis, mengikuti pelatihan, bergabung dengan komunitas tertentu atau mencari peluang bisnis. Dia menjelaskan, IIBF edisi virtual akan mengawali sebuah eksperimen pameran buku internasional melalui aktivitas yang 100% berlangsung melalui gawai dengan memanfaatkan teknologi 3 dimensi.
Arys mengatakan, pembaca buku sebagai ujung dari proses industri perbukuan melalui IIBF edisi virtual ini dapat menikmati buku bukan sekadar konten melainkan juga kaya pengalaman untuk menikmati literasi secara lebih luas Pengunjung dapat menikmati 77 pertunjukan, mengikuti pelatihan menulis, berbincang dengan penulis idola atau berbelanja secara online.
Melalui IIBF ini pula, katanya, akan ada kampanye dan edukasi agar masyarakat tidak lagi membeli buku bajakan karena melalui IIBF buku orisinil dengan mudah dibeli dengan harga terjangkau. "Hari ini IIBF mengalami transformasi kedua setelah melangkah menjadi pameran bertaraf internasional pada 2014," terangnya.
Arys menjelaskan, melalui virtual ini pula terjadi perluasan skala pameran dimana penerbit tidak hanya dari Jakarta atau Pulau Jawa saja namun juga datang peserta penerbit dari Aceh, Manado hingga luar negeri. Demikian halnya juga pengunjung diharapkan bisa datang dari seluruh penjuru dunia. Dia mengatakan, 77 mata acara akan diisi oleh 120 narasumber dari dalam dan luar negeri. Selain itu juga ada agenda untuk mendorong penjualan hak cipta penerjemahan buku.
Arys mengatakan, pembaca buku sebagai ujung dari proses industri perbukuan melalui IIBF edisi virtual ini dapat menikmati buku bukan sekadar konten melainkan juga kaya pengalaman untuk menikmati literasi secara lebih luas Pengunjung dapat menikmati 77 pertunjukan, mengikuti pelatihan menulis, berbincang dengan penulis idola atau berbelanja secara online.
Melalui IIBF ini pula, katanya, akan ada kampanye dan edukasi agar masyarakat tidak lagi membeli buku bajakan karena melalui IIBF buku orisinil dengan mudah dibeli dengan harga terjangkau. "Hari ini IIBF mengalami transformasi kedua setelah melangkah menjadi pameran bertaraf internasional pada 2014," terangnya.
Arys menjelaskan, melalui virtual ini pula terjadi perluasan skala pameran dimana penerbit tidak hanya dari Jakarta atau Pulau Jawa saja namun juga datang peserta penerbit dari Aceh, Manado hingga luar negeri. Demikian halnya juga pengunjung diharapkan bisa datang dari seluruh penjuru dunia. Dia mengatakan, 77 mata acara akan diisi oleh 120 narasumber dari dalam dan luar negeri. Selain itu juga ada agenda untuk mendorong penjualan hak cipta penerjemahan buku.
(mpw)
Lihat Juga :