SMA Double Track, Terobosan Jatim untuk Tekan Pengangguran
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:23 WIB
loading...
Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) berkumpul di sekolahnya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Melalui program SMA Double Track (SMA DT) Dinas Pendidikan Jawa Timur memberi terobosan untuk menekan angka pengangguran di jenjang SMA. Nantinya setiap lulusan SMA DT ini akan memiliki dua kompetensi yakni pembelajaran reguler dan kompetensi ketrampilan yang bersertifikat.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur Ety Prawesti mengatakan, pada 2018 ada 116.772 siswa SMA yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Atas dasar inilah maka SMA DT ini diluncurkan pada tahun tersebut. "Dengan SMA DT, kami membuat terobosan dengan memberi keterampilan tambahan di luar jam pelajaran dengan tujuh kompetensi," katanya melalui siaran pers. (Baca juga: Di Tengah Pandemi, Perpanjangan Izin Operasional Pendidikan Dipermudah )
7 bidang ketrampilan itu adalah multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan. Program ini dijalankan atas kolaborasi dengan ITS. Menurut dia, sejak 2018 SMA DT ini dikembangkan, program tersebut diikuti 9.009 siswa dari 86 SMA dan melibatkan 420 trainer di 9 kabupaten di Jatim.
Dia menututkan, selanjutnya pada 2019 terjadi lonjakan peminat. Jumlah peserta naik menjadi 14.000 siswa dari 157 SMA dan 673 trainer di 28 kabupaten. Pada tahun kedua pun dilaksanakan pembangunan infrastruktur digital melalui berbagai platform pendukung. Yaitu, www.ruangdagang.net (media pemasaran produk unggulan di marketplace, www.ruangkarir.net (media job matching untuk mempertemukan calon pekerja dengan dunia usaha) dan lainnya.
"Atas terobosan itu, Dispendik menerima penghargaan kompetensi inovasi pelayanan publik (Kovablik) se-Jawa Timur dengan menempati top 25 melalui inovasi SMA DT yang dianugerahkan oleh gubernur," jelas Ety. (Baca juga: Setahun Kemendikbud, Pelatihan Guru Terus Ditingkatkan )
Ety menjelaskan, tahun 2020 ini merupakan tahun penentu sekaligus tolok ukur keberhasilan program. Pada tahun ini pula belum ada penambahan alokasi pelaksana program SMA DT yang baru. "Pemantapan program dan perluasan jaringan kerja sama dengan mitra dunia usaha lebih diutamakan agar lulusan SMA DT tertampung di perusahaan mitra atau mandiri berwiraswarta," ujarnya.
Meski demikian, lanjut Ety, pengembangan SMA DT pada tahun ini diarahkan pada empat sasaran. Pertama, penguatan pasar komunitas melalui koperasi sekolah DT Mart yang menjual produk-produk SMA DT. Kedua, peluncuran voucher cipta kerja yang mengajak masyarakat dan pemerintah membeli produk SMA DT. Ketiga, pemberian wawasan wiraswasta baik online maupun offline. Dan, keempat, penguatan mitra dunia usaha.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur Ety Prawesti mengatakan, pada 2018 ada 116.772 siswa SMA yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Atas dasar inilah maka SMA DT ini diluncurkan pada tahun tersebut. "Dengan SMA DT, kami membuat terobosan dengan memberi keterampilan tambahan di luar jam pelajaran dengan tujuh kompetensi," katanya melalui siaran pers. (Baca juga: Di Tengah Pandemi, Perpanjangan Izin Operasional Pendidikan Dipermudah )
7 bidang ketrampilan itu adalah multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan. Program ini dijalankan atas kolaborasi dengan ITS. Menurut dia, sejak 2018 SMA DT ini dikembangkan, program tersebut diikuti 9.009 siswa dari 86 SMA dan melibatkan 420 trainer di 9 kabupaten di Jatim.
Dia menututkan, selanjutnya pada 2019 terjadi lonjakan peminat. Jumlah peserta naik menjadi 14.000 siswa dari 157 SMA dan 673 trainer di 28 kabupaten. Pada tahun kedua pun dilaksanakan pembangunan infrastruktur digital melalui berbagai platform pendukung. Yaitu, www.ruangdagang.net (media pemasaran produk unggulan di marketplace, www.ruangkarir.net (media job matching untuk mempertemukan calon pekerja dengan dunia usaha) dan lainnya.
"Atas terobosan itu, Dispendik menerima penghargaan kompetensi inovasi pelayanan publik (Kovablik) se-Jawa Timur dengan menempati top 25 melalui inovasi SMA DT yang dianugerahkan oleh gubernur," jelas Ety. (Baca juga: Setahun Kemendikbud, Pelatihan Guru Terus Ditingkatkan )
Ety menjelaskan, tahun 2020 ini merupakan tahun penentu sekaligus tolok ukur keberhasilan program. Pada tahun ini pula belum ada penambahan alokasi pelaksana program SMA DT yang baru. "Pemantapan program dan perluasan jaringan kerja sama dengan mitra dunia usaha lebih diutamakan agar lulusan SMA DT tertampung di perusahaan mitra atau mandiri berwiraswarta," ujarnya.
Meski demikian, lanjut Ety, pengembangan SMA DT pada tahun ini diarahkan pada empat sasaran. Pertama, penguatan pasar komunitas melalui koperasi sekolah DT Mart yang menjual produk-produk SMA DT. Kedua, peluncuran voucher cipta kerja yang mengajak masyarakat dan pemerintah membeli produk SMA DT. Ketiga, pemberian wawasan wiraswasta baik online maupun offline. Dan, keempat, penguatan mitra dunia usaha.
Lihat Juga :