Alokasi Dana BOS untuk Sekolah 3T Dipastikan Berlipat
Kamis, 05 November 2020 - 20:54 WIB
loading...
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim (baju hitam) berfoto dengan para guru dan kepala sekolah di SDN 15, Palu Timur, Kota Palu, Sulteng. Foto/SINDOnews/Neneng Zubaidah
A
A
A
PALU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melakukan kunjungan ke Palu. Dalam kesempatan ini Mendikbud pun membeberkan program prioritas yang akan dilakukan Kemendikbud tahun depan.
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, apa saja program prioritas yang akan dilakukan Kemendikbud tahun depan, pertama adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah yang sudah mapan tidak akan ada penurunan. Akan tetapi, jelasnya, bagi sekolah yang kecil dan juga yang berada di pelosok secara dramatis akan terjadi kenaikan. (Baca juga: Kunjungan ke Daerah, Mendikbud Kaget Banyak Sekolah Belum Terima Bantuan Kuota )
"Jadi kita akan pastikan tidak ada dana BOS yang turun. Tapi untuk sekolah kecil, sekolah 3T itu akan meningkat secara dramatis. Ini namanya pro afirmasi, pro rakyat yang membutuhkan," katanya saat melakukan diskusi dengan para guru dan kepala sekolah di SDN 15 Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11).
Alumnus Harvard Business School ini menjelaskan, program prioritas kedua adalah digitalisasi sekolah. Melalui program ini, katanya, Kemendikbud akan memberikan laptop dan projector kepada setiap sekolah. Dia menjelaskan, program ini akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T dulu. Laptop dipilih untuk dibagikan, ujarnya, karena lebih tahan lama daripada tablet.
Mendikbud kemudian menjelaskan program prioritas ketiga adalah akselerasi Guru Penggerak. Dia menilai, Guru Penggerak adalah senjata terbesar untuk merubah pendidikan. Sebab meski dia memiliki senjata yakni anggaran dan kebijakan namun belum akan cukup untuk merubah pendidikan. (Baca juga: Kurang Sosialisasi, Mendikbud: Kurikulum Darurat Ringankan Beban Guru-Anak )
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, apa saja program prioritas yang akan dilakukan Kemendikbud tahun depan, pertama adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah yang sudah mapan tidak akan ada penurunan. Akan tetapi, jelasnya, bagi sekolah yang kecil dan juga yang berada di pelosok secara dramatis akan terjadi kenaikan. (Baca juga: Kunjungan ke Daerah, Mendikbud Kaget Banyak Sekolah Belum Terima Bantuan Kuota )
"Jadi kita akan pastikan tidak ada dana BOS yang turun. Tapi untuk sekolah kecil, sekolah 3T itu akan meningkat secara dramatis. Ini namanya pro afirmasi, pro rakyat yang membutuhkan," katanya saat melakukan diskusi dengan para guru dan kepala sekolah di SDN 15 Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11).
Alumnus Harvard Business School ini menjelaskan, program prioritas kedua adalah digitalisasi sekolah. Melalui program ini, katanya, Kemendikbud akan memberikan laptop dan projector kepada setiap sekolah. Dia menjelaskan, program ini akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T dulu. Laptop dipilih untuk dibagikan, ujarnya, karena lebih tahan lama daripada tablet.
Mendikbud kemudian menjelaskan program prioritas ketiga adalah akselerasi Guru Penggerak. Dia menilai, Guru Penggerak adalah senjata terbesar untuk merubah pendidikan. Sebab meski dia memiliki senjata yakni anggaran dan kebijakan namun belum akan cukup untuk merubah pendidikan. (Baca juga: Kurang Sosialisasi, Mendikbud: Kurikulum Darurat Ringankan Beban Guru-Anak )
Lihat Juga :