SMA Pradita Dirgantara Terima Kunjungan Direktur IFI Prancis
Sabtu, 07 November 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Madame Sarah Camara menyampaikan apresiasinya setelah melakukan audiensi langsung dengan para siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara dengan menggunakan bahasa Prancis.
“Dengan adanya kerja sama antara pihak IFI, Kedutaan Prancis dan SMA Pradita Dirgantara, kita dapat menjalin sebuah relasi yang tidak hanya untuk membantu siswa siswi mewujudkan impiannya melanjutkan studi di Prancis, tetapi juga dalam berbagai acara yang berbau ke-Prancis-an akan banyak kita lakukan di sini. Seperti mendatangkan native speaker untuk mengenalkan kepada siswa atau mengikuti acara Francophonie (negara yang menggunakan bahasa Prancis), atau agenda-agenda lain seperti summer camp," papar Madame Sarah. (Baca juga: Kunjungan ke Daerah, Mendikbud Kaget Banyak Sekolah Belum Terima Bantuan Kuota )
Pertemuan tersebut diisi dengan pemutaran video tentang kehidupan di Prancis, pemaparan tentang sistem perkuliahan di Prancis, tatacara tinggal di Prancis, penjelasan budaya di Prancis, dan program kebahasaan yang harus ditempuh siswa untuk mendapatkan sertifikat DELF B2.
Siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara tampak antusias mengikuti acara ini. Mereka mengajukan banyak pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Seperti bagaimana cara mencari universitas yang cocok untuk minat masing-masing, sistem part-time di sana, dan biaya pendidikan selama kuliah di Prancis. Tasdik Mahandito, salah satu siswa kelas XIIC, menyampaikan rasa senangnya mengikuti acara ini.
“Negara Prancis adalah negara yang mengagungkan pendidikan dan penelitian. Bahkan mereka tidak menganggap pendidikan sebagai sebuah bisnis. Prancis juga negara yang sukses peradabannya. Saya ingin mempelajari kesuksesannya untuk membangun Indonesia kelak. Pertemuan ini semakin menyemangati saya untuk belajar bahasa Prancis dan melanjutkan studi di sana," ungkap Tasdik.
“Dengan adanya kerja sama antara pihak IFI, Kedutaan Prancis dan SMA Pradita Dirgantara, kita dapat menjalin sebuah relasi yang tidak hanya untuk membantu siswa siswi mewujudkan impiannya melanjutkan studi di Prancis, tetapi juga dalam berbagai acara yang berbau ke-Prancis-an akan banyak kita lakukan di sini. Seperti mendatangkan native speaker untuk mengenalkan kepada siswa atau mengikuti acara Francophonie (negara yang menggunakan bahasa Prancis), atau agenda-agenda lain seperti summer camp," papar Madame Sarah. (Baca juga: Kunjungan ke Daerah, Mendikbud Kaget Banyak Sekolah Belum Terima Bantuan Kuota )
Pertemuan tersebut diisi dengan pemutaran video tentang kehidupan di Prancis, pemaparan tentang sistem perkuliahan di Prancis, tatacara tinggal di Prancis, penjelasan budaya di Prancis, dan program kebahasaan yang harus ditempuh siswa untuk mendapatkan sertifikat DELF B2.
Siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara tampak antusias mengikuti acara ini. Mereka mengajukan banyak pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Seperti bagaimana cara mencari universitas yang cocok untuk minat masing-masing, sistem part-time di sana, dan biaya pendidikan selama kuliah di Prancis. Tasdik Mahandito, salah satu siswa kelas XIIC, menyampaikan rasa senangnya mengikuti acara ini.
“Negara Prancis adalah negara yang mengagungkan pendidikan dan penelitian. Bahkan mereka tidak menganggap pendidikan sebagai sebuah bisnis. Prancis juga negara yang sukses peradabannya. Saya ingin mempelajari kesuksesannya untuk membangun Indonesia kelak. Pertemuan ini semakin menyemangati saya untuk belajar bahasa Prancis dan melanjutkan studi di sana," ungkap Tasdik.
Lihat Juga :