KPAI Minta Protokol Kesehatan bagi Siswa SMK yang PKL Diperketat
Senin, 09 November 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Retno menuturkan, KPAI melakukan pemantauan di sejumlah SMK yang sudah melakukan ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM). Dari hasil pemantauan ini, dia menuturkan, sebelum PTM praktik dimulai sebaiknya, sekolah wajib melakukan simulasi PTM praktik dahulu. Apakah protocol kesehatan/SOP tersedia dan dipatuhi oleh seluruh warga sekolah.
Sekolah juga wajib membuat jadwal. "Sehingga setiap siswa akan memiliki kesempatan praktik setidaknya 2-3 minggu sekali, mengingat jumlah siswa harus dibatasi agar dapat dilakukan jaga jarak," terangnya.
Sebelumnya, Retno menjelaskan, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim memang memperbolehkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan pembelajaran praktik secara tatap muka. Pembelajaran praktik secara tatap muka dapat dilakukan di semua zona, termasuk zona oranye dan merah.
Namun diskresi pembelajaran tatap muka ini bukan pembelajaran teori. Melainkan hanya untuk pembelajaran praktik dan cuma mata pelajaran produktif di bengkel dan laboratorium dengan protokol kesehatan/SOP yang ketat.
Sekolah juga wajib membuat jadwal. "Sehingga setiap siswa akan memiliki kesempatan praktik setidaknya 2-3 minggu sekali, mengingat jumlah siswa harus dibatasi agar dapat dilakukan jaga jarak," terangnya.
Sebelumnya, Retno menjelaskan, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim memang memperbolehkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan pembelajaran praktik secara tatap muka. Pembelajaran praktik secara tatap muka dapat dilakukan di semua zona, termasuk zona oranye dan merah.
Namun diskresi pembelajaran tatap muka ini bukan pembelajaran teori. Melainkan hanya untuk pembelajaran praktik dan cuma mata pelajaran produktif di bengkel dan laboratorium dengan protokol kesehatan/SOP yang ketat.
(mpw)
Lihat Juga :