Ornamen Header
Pegolf Muda Indonesia Raih Beasiswa dan Gabung di Tim Golf Elit Dunia
Pegolf Muda Indonesia Raih Beasiswa dan Gabung di Tim Golf Elit Dunia
Pegolf muda kebanggaan Indonesia yang merupakan siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School Kentaro Nanayama Raih Beasiswa dari Purdue University, AS. Foto/Ist
JAKARTA - Pegolf muda kebanggaan Indonesia dan siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School Kentaro Nanayama resmi bergabung dengan klub golf elit Purdue Golf Team, dari Purdue University, AS. Sekaligus menerima beasiswa di kampus bergengsi tersebut.

Prestasi gemilang ini melanjutkan kesuksesan Kentaro, setelah tahun lalu meraih gelar Juara Golf Junior Dunia pada turnamen ATI-Ciputra Golfpreneur Junior World 2019. Bagi Kentaro, Purdue University adalah pilihan tepat karena merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat yang memiliki fasilitas golf sangat lengkap. (Baca juga: Mahasiswa IPB University dapat Beasiswa dan Magang dari Japfa Foundation)

“Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University,” katanya melalui siaran pers, Jumat (13/11).

Purdue Golf Team mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus serta skill yang hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim. Ia menambahkan, tim golf Purdue University juga diisi oleh atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota untuk menjadi lebih baik sehingga sukses memenangkan banyak penghargaan bagi kampus.



“Saya yakin, Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan, menjadi pegolf kelas dunia,” ujarnya mantap. (Baca juga: Belasan Ribu Mahasiswa Ikuti Kompetisi Sains yang Digagas UI-Pertamina)

Kentaro mulai mengenal golf sejak usia tujuh tahun dari ayahnya. Ia mulai berlatih setiap hari sejak menginjak grade 4 hingga 8, dan mencoba merasakan kompetisi dalam turnamen pada usia 11. Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team.

“Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar. Kerja keras guru-guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaian luar biasa ini. Dan peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University,” katanya.



Apa rahasia sukses Kentaro, dia mengungkapkan, yang terpenting adalah menikmati setiap laga. Jika terlalu serius, permainan menjadi tidak menyenangkan lagi. Inilah bagian penting yang akan membentuk anak-anak muda menjadi apa yang mereka mau. Jika tidak menyenangkan, katanya, tentu mereka tak akan melanjutkannya.

"Kini saya melihat semakin banyak anak muda bermain golf dengan teman-temannya. Semoga pencapaian yang saya raih juga dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” tambahnya.

Di JIS, Kentaro mendapat bimbingan secara langsung dari Garret Anderson, pelatih golf di SMA JIS, dan Jake Stockman, Athletics Coordinator di JIS. JIS memang mendukung atlet pelajar agar dapat meraih prestasi akademis dan olahraga. Bagi JIS, kesuksesan Kentaro diharapkan dapat menginspirasi para pelajar Indonesia agar mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga dan aktivitas apapun yang diminati.

“JIS sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia,”ujar Dr. Tarek Razik, Head of School JIS.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!