35,5 Juta Siswa, Guru dan Dosen Terima Bantuan Kuota Internet
Senin, 16 November 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
"Juga ada program dengan mengirimkan atau melibatkan 10.000 mahasiswa untuk mendampingi guru dan siswa dalam proses pembelajaran dari rumah," ujarnya.
Sekjen Ainun menerangkan, Kemendikbud juga melakukan monitoring untuk menangkap respon dan tanggapan dari siswa dan guru mengenai bantuan kuota ini. Dia menuturkan, ada siswa yang menanggapi bahwa dengan bantuan kuota dia bisa mengunduh video-video pembelajaran yang bisa diputar dan dipelajari lagi di rumah. Bagi guru, bantuan kuota ini dapat menjalin hubungan yang lebih komunikatif antara guru dengan peserta didik dan juga orang tua.
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menambahkan, masalah yang melingkupi PJJ ini bervariatif yang terjadi di berbagai daerah. Misalnya di Gianyar, Bali ketika dia melakukan kunjungan kesana dia mendapati jika koneksi internet disana sudah cukup baik dan hampir semua sudah menerima bantuan kuota. Sementara di Kota Palu, katanya, sebagian besar sudah menerima bantuan kuota. Namun bagi mereka yang tinggal di pelosok gunung masih ada kendala jaringan. Sementara ketika dia berkunjung ke Pulau Rote masalah terbesarnya adalah banyak masyarakat yang belum punya gawai. (Baca juga: Kemendikbud Danai Program 'Belajar di Luar Kampus' Rp350 Miliar )
"Jadinya ada variatif. Memang banyak sekali masyarakat kita yang dari sisi handset maupun jaringan dan internet. Itu yang akan kita koordinasikan dengan Kemkominfo dan selama 1-2 tahun ke depan akan kita dorong bersama secara gotong royong untuk memastikan jaringan internet," ujarnya.
Nadiem mengatakan, tahun depan Kemendikbud akan melakukan program digitalisasi sekolah. Menurutnya, program ini sangat penting sebab walaupun nanti PJJ sudah tidak dilaksanakan lagi namun banyak sekali peserta didik yang belum mampu memiliki gawai. Sehingga penyediaan laptop dan fasilitas TIK melalui digitalisasi sekolah ini, katanya, menjadi salah satu priortas utama di tahun 2021.
Sekjen Ainun menerangkan, Kemendikbud juga melakukan monitoring untuk menangkap respon dan tanggapan dari siswa dan guru mengenai bantuan kuota ini. Dia menuturkan, ada siswa yang menanggapi bahwa dengan bantuan kuota dia bisa mengunduh video-video pembelajaran yang bisa diputar dan dipelajari lagi di rumah. Bagi guru, bantuan kuota ini dapat menjalin hubungan yang lebih komunikatif antara guru dengan peserta didik dan juga orang tua.
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menambahkan, masalah yang melingkupi PJJ ini bervariatif yang terjadi di berbagai daerah. Misalnya di Gianyar, Bali ketika dia melakukan kunjungan kesana dia mendapati jika koneksi internet disana sudah cukup baik dan hampir semua sudah menerima bantuan kuota. Sementara di Kota Palu, katanya, sebagian besar sudah menerima bantuan kuota. Namun bagi mereka yang tinggal di pelosok gunung masih ada kendala jaringan. Sementara ketika dia berkunjung ke Pulau Rote masalah terbesarnya adalah banyak masyarakat yang belum punya gawai. (Baca juga: Kemendikbud Danai Program 'Belajar di Luar Kampus' Rp350 Miliar )
"Jadinya ada variatif. Memang banyak sekali masyarakat kita yang dari sisi handset maupun jaringan dan internet. Itu yang akan kita koordinasikan dengan Kemkominfo dan selama 1-2 tahun ke depan akan kita dorong bersama secara gotong royong untuk memastikan jaringan internet," ujarnya.
Nadiem mengatakan, tahun depan Kemendikbud akan melakukan program digitalisasi sekolah. Menurutnya, program ini sangat penting sebab walaupun nanti PJJ sudah tidak dilaksanakan lagi namun banyak sekali peserta didik yang belum mampu memiliki gawai. Sehingga penyediaan laptop dan fasilitas TIK melalui digitalisasi sekolah ini, katanya, menjadi salah satu priortas utama di tahun 2021.
(mpw)
Lihat Juga :