Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair
Rabu, 18 November 2020 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Di bagian lain, kepastian bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp1,8 juta kepada guru honorer dan tenaga kependidikan non-PNS disambut baik oleh dari organisasi Federasi Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat. Salah seorang pengurus FAGI, Dedi Kusnadi, mengatakan, sejak pandemi Covid-19 banyak guru honorer terkena dampaknya. (Baca juga: Minyak Sawit topang Ekspor Indonesia Sebesar 15%)
Menurut dia, kondisi ini membuat sekolah swasta kehilangan pendapatan karena banyak siswa yang enggan membayar biaya pendidikan (SPP). Padahal, SPP merupakan tumpuan bagi sekolah swasta untuk menutup biaya operasional dan gaji pegawai.
"Sehingga jangan heran banyak yayasan yang hampir pailit. Ini juga berimbas kepada gaji guru honorer sekolah swasta. Pendapatan mereka berkurang drastis," kata Dedi di Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Dedi menggambarkan, saat kondisi normal seorang guru honorer yang mengajar di dua sekolah bisa mendapatkan penghasilan antara Rp2,5-3 juta per bulan. Pendapatan itu sudah termasuk dari tunjangan pemerintah dan lainnya.
Di saat pandemi seperti saat ini, kata dia, pendapatan guru honorer turun hingga hanya Rp1 juta per bulan. Sementara bagi guru honorer yang hanya mengajar di satu sekolah, diperkirakan hanya mendapat Rp500.000 per bulan. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
“Ini dirasakan oleh mayoritas guru honorer di Kota Bandung. Data terakhir, ada sekitar 19.000 guru honorer. Sekitar 70% mengajar di sekolah swasta dan 30% mengajar di sekolah negeri,” katanya. Dedi berharap, BSU untuk guru honorer bisa segera terealisasi. (Neneng Zubaedah/Binti Mufarida/Arif Budianto)
Menurut dia, kondisi ini membuat sekolah swasta kehilangan pendapatan karena banyak siswa yang enggan membayar biaya pendidikan (SPP). Padahal, SPP merupakan tumpuan bagi sekolah swasta untuk menutup biaya operasional dan gaji pegawai.
"Sehingga jangan heran banyak yayasan yang hampir pailit. Ini juga berimbas kepada gaji guru honorer sekolah swasta. Pendapatan mereka berkurang drastis," kata Dedi di Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Dedi menggambarkan, saat kondisi normal seorang guru honorer yang mengajar di dua sekolah bisa mendapatkan penghasilan antara Rp2,5-3 juta per bulan. Pendapatan itu sudah termasuk dari tunjangan pemerintah dan lainnya.
Di saat pandemi seperti saat ini, kata dia, pendapatan guru honorer turun hingga hanya Rp1 juta per bulan. Sementara bagi guru honorer yang hanya mengajar di satu sekolah, diperkirakan hanya mendapat Rp500.000 per bulan. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
“Ini dirasakan oleh mayoritas guru honorer di Kota Bandung. Data terakhir, ada sekitar 19.000 guru honorer. Sekitar 70% mengajar di sekolah swasta dan 30% mengajar di sekolah negeri,” katanya. Dedi berharap, BSU untuk guru honorer bisa segera terealisasi. (Neneng Zubaedah/Binti Mufarida/Arif Budianto)
(ysw)
Lihat Juga :