Rektor IPB Paparkan Solusi Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Pandemi COVID-19
Minggu, 06 Desember 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Implikasi-implikasi tersebut juga telah mendorong perubahan bentuk pada beberapa aspek dalam perguruan tinggi. Contohnya pergeseran dari penyebaran konten menjadi peningkatan hubungan dengan dosen dan personalia, peningkatan investasi pada infrastruktur dalam mendukung penegakan protokol kesehatan hingga peningkatan pelatihan dosen dalam penggunaan metode pembelajaran dengan teknologi tinggi.
“Pandemi ini telah memberikan kita banyak pelajaran, terutama dalam betapa krusialnya menginovasikan penelitian yang bersifat ramah teknologi dan ketidakpastian. Kita harus pandai dalam memanfaatkan big data, penelitian meta analisis dan pendekatan ilmiah lainnya secara virtual. Penting pula untuk berpikir out of the box agar dapat memformulasikan strategi penelitian melalui pendekatan normal baru. Selain itu, penting pula untuk menciptakan pendekatan baru dalam komunikasi dan kolaborasi sehingga peneliti dapat beradaptasi dengan lebih cepat, " jelasnya.
Dalam menciptakan inovasi tersebut, menurutnya, pihaknya harus menerapkan apa yang dinamakan dengan future practice daripada best practice. Best practice dinilai tidak terlalu dibutuhkan dan kurang cukup dalam menghadapi situasi saat ini. "Sebaliknya, kita harus menemukan future practice yang dapat menciptakan ruang untuk eksplorasi. Visi praktek masa depan tersebut adalah untuk mendorong perubahan dan membayangkan bentuk masa depan sehingga dapat menciptakan banyak peluang. Contohnya seperti penemuan aplikasi berbasis digital seperti Facebook, Alibaba, Airbnb dan Uber yang telah mendorong inovasi lain untuk ditemukan, " jelasnya. (Baca juga: UMM Kembali Juara Kontes Mobil Hemat Energi )
Lebih lanjut diuraikannya, “Dalam hal COVID-19 dan permasalahan perguruan tinggi, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan, namun di saat yang bersamaan tercipta pula berbagai peluang. Dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan mengalahkan tantangan tersebut dan menciptakan masa depan yang cerah dan lebih baik."
“Pandemi ini telah memberikan kita banyak pelajaran, terutama dalam betapa krusialnya menginovasikan penelitian yang bersifat ramah teknologi dan ketidakpastian. Kita harus pandai dalam memanfaatkan big data, penelitian meta analisis dan pendekatan ilmiah lainnya secara virtual. Penting pula untuk berpikir out of the box agar dapat memformulasikan strategi penelitian melalui pendekatan normal baru. Selain itu, penting pula untuk menciptakan pendekatan baru dalam komunikasi dan kolaborasi sehingga peneliti dapat beradaptasi dengan lebih cepat, " jelasnya.
Dalam menciptakan inovasi tersebut, menurutnya, pihaknya harus menerapkan apa yang dinamakan dengan future practice daripada best practice. Best practice dinilai tidak terlalu dibutuhkan dan kurang cukup dalam menghadapi situasi saat ini. "Sebaliknya, kita harus menemukan future practice yang dapat menciptakan ruang untuk eksplorasi. Visi praktek masa depan tersebut adalah untuk mendorong perubahan dan membayangkan bentuk masa depan sehingga dapat menciptakan banyak peluang. Contohnya seperti penemuan aplikasi berbasis digital seperti Facebook, Alibaba, Airbnb dan Uber yang telah mendorong inovasi lain untuk ditemukan, " jelasnya. (Baca juga: UMM Kembali Juara Kontes Mobil Hemat Energi )
Lebih lanjut diuraikannya, “Dalam hal COVID-19 dan permasalahan perguruan tinggi, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan, namun di saat yang bersamaan tercipta pula berbagai peluang. Dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan mengalahkan tantangan tersebut dan menciptakan masa depan yang cerah dan lebih baik."
(mpw)
Lihat Juga :