Ciptakan Aplikasi Ini, Mahasiswa Unusa Juarai LoKreatif Tingkat Nasional
Jum'at, 15 Januari 2021 - 23:10 WIB
loading...
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengoperasikan aplikasi Planetarium Glass. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Lima Mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meraih juara satu Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa LO KREATIF 2020 (LoKreatif 2020). Ajang ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII Jawa Timur.
Mahasiswa yang meraih juara diantaranya Devaldi Akbar Suryadi, Rr. Fadila Kusumaning Ayu, Nur Fauziah, Zahrotul Jannah dan Tri Nadia Ningsih. Kelima mahasiswa ini membuat aplikasi Planetarium Glass. Baca juga: Alumni IPB Ini Berbagi Resep Sukses Berkarir di Kancah Internasional
Planetarium Glass merupakan salah satu aplikasi pembelajaran planet-planet pada saat Covid-19 dengan teknologi Augmented Reality (AR).
Salah satu mahasiswa, Devaldi Akbar Suryadi mengungkapkan, aplikasi Planetarium Glass sebelumnya sudah dikompetisikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Namun tidak lolos seleksi, sehingga timnya mengembangkan dan mencoba maju ikut lomba ini.
"Dari kegagalan itu kami terus mengembangkan aplikasi ini untuk akhirnya kami lolos dan masuk semi final," katanya, Kamis (14/1/2021). Baca juga: Ini Mahasiswa Program Doktor, Magister dan Profesi Termuda di ITB
Mahasiswa yang meraih juara diantaranya Devaldi Akbar Suryadi, Rr. Fadila Kusumaning Ayu, Nur Fauziah, Zahrotul Jannah dan Tri Nadia Ningsih. Kelima mahasiswa ini membuat aplikasi Planetarium Glass. Baca juga: Alumni IPB Ini Berbagi Resep Sukses Berkarir di Kancah Internasional
Planetarium Glass merupakan salah satu aplikasi pembelajaran planet-planet pada saat Covid-19 dengan teknologi Augmented Reality (AR).
Salah satu mahasiswa, Devaldi Akbar Suryadi mengungkapkan, aplikasi Planetarium Glass sebelumnya sudah dikompetisikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Namun tidak lolos seleksi, sehingga timnya mengembangkan dan mencoba maju ikut lomba ini.
"Dari kegagalan itu kami terus mengembangkan aplikasi ini untuk akhirnya kami lolos dan masuk semi final," katanya, Kamis (14/1/2021). Baca juga: Ini Mahasiswa Program Doktor, Magister dan Profesi Termuda di ITB
Lihat Juga :