Ornamen Header
Tahap Akhir, Ini Lima Finalis Akademi Madrasah Digital Kemenag 2020
Tahap Akhir, Ini Lima Finalis Akademi Madrasah Digital Kemenag 2020
AMD 2020 yang digelar Ditjen Pendis Kemenag memasuki tahap akhir. Dewan juri telah menetapkan lima dari 22 tim yang akan berlaga di babak final. Foto/Dok/Kemenag
JAKARTA - Akademi Madrasah Digital (AMD) 2020 yang digelar Ditjen Pendidikan Islam Kemenag memasuki tahap akhir. Dewan juri telah menetapkan lima dari 22 tim yang akan berlaga di babak final.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, sebanyak 22 Tim Peserta AMD 2020 telah melewati proses inkubasi sejak 14 Juli 2020. Mereka mendapatkan pelatihan intensif secara online karena pandemi Covid-19. Mereka dilatih oleh tenaga pelatih profesional dari dunia industri digital selama enam bulan penuh. Baca juga: Bangga, Indonesia Sabet 8 Medali di Olimpiade Sains Internasional

"Ajang ini dibuat untuk menyiapkan generasi Indonesia Unggul yang siap menghadapi era revolusi industri 4.0 yang mampu menguasai Teknologi Informasi, khususnya Internet of Things, Big Data, serta komunikasi dan kewirausahaan. Program ini merupakan bentuk sinergi Direktorat KSKK Madrasah dengan XL Axiata," jelas Umar di Jakarta, Sabtu (16/01).

“Anak-anak madrasah sudah tidak asing dengan hal-hal yang berbau teknologi. Kita tinggal memberikan polesan melalui wadah yang dapat membuat mereka semakin fasih dengan teknologi,” lanjutnya.



Umar berharap, program ini dapat membentuk talenta muda madrasah yang berjiwa entrepreneur dan mampu menciptakan start up bermodalkan inovasi dan kreatifitas. Baca juga: Luar Biasa, 2 Siswa MAN 1 Kolaka Juarai Olimpiade Matematika di Hong Kong

Salah satu Dewan Juri dari Laboratorium X-Camp XL Axiata Novi Arian menjelaskan, penilaian peserta AMD 2020 berlangsung sejak penetapan peserta terpilih. "Banyak ide-ide inovatif penerapan IoT yang dikembangkan melalui pembuatan project yang realistis, kreatif dan logis hingga hasil karya mereka bisa masuk dalam kategori inovatif, aplikatif, dan marketable,” ujarnya.

Novi menambahkan, aspek penting dalam penilaian kegiatan ini adalah attitude peserta melalui kedisiplinan, komitmen, dan tanggung jawab selama proses inkubasi berlangsung. Berbeda dengan Madrasah Robotic Competition (MRC), penilaian dalam kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tapi juga berorentasi pada proses selama kegiatan berlangsung.



Berikut ini lima finalis AMD 2020:
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!