Mengenal Mahasiswi S3 Termuda ITB yang Bercita-cita Jadi Dosen
Kamis, 21 Januari 2021 - 21:18 WIB
loading...
Mahasiswi termuda jenjang S3 ITB Maya Nabila. Gadis kelahiran 1999 mengambil prodi Matematika dan bercita-cita menjadi dosen. Foto/Dok/Humas ITB
A
A
A
JAKARTA - Perkenalkan Maya Nabila. Gadis kelahiran 1999 ini adalah mahasiswi termuda di Institut Teknologi Bandung (ITB). Maya mengambil prodi Matematika dan bercita-cita menjadi dosen.
Dikutip dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Maya Nabila yang kelahiran Padang, 9 Mei 1999 ini merupakan mahasiswi termuda pada jenjang pendidikan Strata-3 (S3) ITB pada PMB ITB Tahun Akademik 2021/2022. Maya mengambil prodi Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB. Baca juga: Lulusan Terbaik S2 IPB Teliti Manfaat Daun Bangun-bangun
Maya memasuki SD dalam usia yang sangat muda yaitu lima tahun. Pada saat jenjang SMA ia mengambil program akselerasi sehingga menamatkan pendidikan menengah tersebut dalam kurun waktu dua tahun ditambah lagi dengan lulus pendidikan sarjana kurang dari empat tahun.
Sejak dari anak-anak Maya memang senang bersekolah. ”Sejak dari dulu aku memang suka belajar hal baru dan alhamdulillah ada kesempatan lanjut S2/S3 dengan program PMDSU, mungkin juga ada faktor lingkungan keluarga, soalnya papa juga kuliah sampai S3,” ucap Maya.
Saat melanjutkan S2 di ITB dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti. Ia sempat memiliki kendala harus menyesuaikan pelajaran yang sebelumnya didapatkan saat mengambil studi sarjana pada Universitas Andalas prodi matematika. Baca juga: Mayoritas Kampus Kuliah Daring, Kemendikbud Terus Beri Dukungan
Dikutip dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Maya Nabila yang kelahiran Padang, 9 Mei 1999 ini merupakan mahasiswi termuda pada jenjang pendidikan Strata-3 (S3) ITB pada PMB ITB Tahun Akademik 2021/2022. Maya mengambil prodi Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB. Baca juga: Lulusan Terbaik S2 IPB Teliti Manfaat Daun Bangun-bangun
Maya memasuki SD dalam usia yang sangat muda yaitu lima tahun. Pada saat jenjang SMA ia mengambil program akselerasi sehingga menamatkan pendidikan menengah tersebut dalam kurun waktu dua tahun ditambah lagi dengan lulus pendidikan sarjana kurang dari empat tahun.
Sejak dari anak-anak Maya memang senang bersekolah. ”Sejak dari dulu aku memang suka belajar hal baru dan alhamdulillah ada kesempatan lanjut S2/S3 dengan program PMDSU, mungkin juga ada faktor lingkungan keluarga, soalnya papa juga kuliah sampai S3,” ucap Maya.
Saat melanjutkan S2 di ITB dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti. Ia sempat memiliki kendala harus menyesuaikan pelajaran yang sebelumnya didapatkan saat mengambil studi sarjana pada Universitas Andalas prodi matematika. Baca juga: Mayoritas Kampus Kuliah Daring, Kemendikbud Terus Beri Dukungan
Lihat Juga :