Ornamen Header
Sah, Saiful Mujani Resmi Sandang Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta
Sah, Saiful Mujani Resmi Sandang Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta Saiful Mujani resmi sebagai Guru Besar Ilmu Politik. Foto/Dok/Humas UIN Jakarta
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta Saiful Mujani sebagai Guru Besar Ilmu Politik . Penetapan ini ditetapkan melalui SK Mendikbud RI Nomor 1328/MPK/KP/2021 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 12 Januari 2021.

Salinan SK Mendikbud menyebutkan pengangkatan dilakukan dengan memperhatikan Surat Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Kemenag RI Nomor B-189/2020 tanggal 17 Maret 2020. “Terhitung mulai tanggal 1 Desember 2020 dinaikan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam Bidang Ilmu Politik, dengan angka kredit sebesar 850,20,” Sebagaimana dilansir dari laman resmi UIN Jakarta, Jumat (22/1/2021). Baca juga: Pembangunan Dikebut, Perkuliahan UIII Ditargetkan Mulai September 2021

Diketahui, Saiful merupakan salahsatu pengajar di FISIP UIN Jakarta . Di luar kesibukannya mengajar, lelaki kelahiran Serang 8 Agustus 1962 ini banyak melakukan riset dan publikasi bidang politik. Untuk itu, ia banyak membidani lahirnya sejumlah lembaga riset bidang politik di tanah air, mempublikasikan sejumlah artikel penelitian di berbagai politik.

Menyelesaikan sarjana dari Prodi Aqidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin, IAIN Jakarta (kini, UIN Jakarta) tahun 1989, Saiful selanjutnya bersama-sama senior dan koleganya mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) dan menjadi peneliti senior di lembaga itu. Di lembaga yang sama, Saiful turut membidani lahirnya jurnal internasional Studia Islamika selain Jurnal Ulumul Qur’an.



Minat Saiful terhadap kajian ilmu politik mendorongnya melanjutkan studi magister ilmu politik di Ohio State University yang ditamatkannya tahun 1998. Tak berhenti di situ, Saiful melanjutkan studinya di jenjang doktoral di bidang ilmu dan kampus yang sama, Ohio State University, dan tamat tahun 2003. Baca juga: UIN Jakarta Tawarkan 1.338 Kursi di UM-PTKIN

Untuk menyelesaikan doktoralnya, Saiful menulis disertasi berjudul “Religious Democrats: Democratic Dulture and Muslim Political Participation in Post-Suharto Indonesia”. Kelak, disertasi yang ditulisnya di bawah bimbingan Profesor R. William Liddle ini menjadi disertasi terbaik Ohio State University tahun 2004.

Pasca studinya, Saiful kembali mengajar di kampus dan terlibat dalam banyak riset politik. Untuk riset, Saiful bergabung dengan lembaga survei politik Lembaga Survei Indonesia dengan dipercaya sebagai Direktur Eksekutif untuk masa jabatan 2005-2007. Namun di tahun 2011, Saiful mendirikan lembaga riset sendiri dengan nama Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Lembaga ini dibentuknya dengan fokus penelitian dan konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset.



Mengutip data google scholar-nya, Saiful menulis puluhan artikel dalam bentuk buku dan paper terpublikasi nasional-internasioal. Beberapa di antaranya, Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca Orde Baru (2007); Leadership, Party, and Religion: Explaining Voting Behavior in Indonesia (bersama RW. Liddle, 2010); Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia Sejak Demokratisasi (2019), dan lainnya. Baca juga: UIN Walisongo Berikan Gelar Doktor Honoris Causa pada KH Afifuddin Muhajir

Atas kiprahnya dalam kajian politik, Saiful diganjar sejumlah penghargaan. Di antaranya, Franklin L. Burdette/Pi Sigma Alpha Award dari American Political Science Association (APSA). Penghargaan bergengsi yang pernah diterima para ilmuwan politik kenamaan seperti Samuel P. Huntington, Mancur Olson, dan Sidney Tarrow.

Tahun 2017, Yayasan Achmad Bakrie mengganjarnya dengan Bakrie Award untuk bidang Pemikiran Sosial. Bersamanya saat itu, sejumlah nama besar juga diganjar penghargaan yang sama, yaitu Terawan Agus Putranto (Kedokteran), Ebiet G. Ade (Kebudayaan Popular Alternatif), dan Nadiem Makarim (Teknologi dan Kewirausahaan).
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!