Respons Masa Depan, Kemenag Haruskan Siswa Madrasah Kuasai Dunia Digital
Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:37 WIB
loading...
Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan pembinaan dalam Agenda Ngobrol Asyik bertema Pembelajaran di Masa Pandemi, Guru Kreatif dan Produktif, Jumat (22/1). Foto/Dok/Humas Pendis Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Tidak ada manusia Superman hari ini yang ada hanya superteam. Maka siswa madrasah harus diajarkan cara bekerja sama. Ahli fisika dan ahli kedokteran di pertemukan maka muncullah fisioterapi. Biologi dengan medis menjadi biomedis.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan pembinaan dalam Agenda Ngobrol Asyik yang mengangkat tema Pembelajaran di Masa Pandemi, Guru Kreatif dan Produktif , Jumat (22/01).
Dikatakan Dirjen, ketika bicara masa depan, tugas kita selanjutnya adalah bagaimana kita mampu mengantarkan anak didik agar kemudian mampu berkiprah di masa mendatang. Baca juga: Perjuangkan 68.064 Kuota PPPK Guru dan Dosen, Ini yang Akan Dilakukan Menag
“MAN Insan Cendekia adalah sebuah madrasah unggulan yang harus dapat mengantarkan anak didiknya sebagai wajah pemilik masa depan,” ungkap Dirjen.
Selanjutnya, guru besar UIN Bandung yang akrab disapa Ramdhani ini menekankan, guru harus berjuang agar siswa menguasai dunia digital melalui injeksi computational thinking agar mampu merespon isu utama di masa mendatang. Baca juga: UIN Jakarta Tawarkan 1.338 Kursi di UM-PTKIN
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan pembinaan dalam Agenda Ngobrol Asyik yang mengangkat tema Pembelajaran di Masa Pandemi, Guru Kreatif dan Produktif , Jumat (22/01).
Dikatakan Dirjen, ketika bicara masa depan, tugas kita selanjutnya adalah bagaimana kita mampu mengantarkan anak didik agar kemudian mampu berkiprah di masa mendatang. Baca juga: Perjuangkan 68.064 Kuota PPPK Guru dan Dosen, Ini yang Akan Dilakukan Menag
“MAN Insan Cendekia adalah sebuah madrasah unggulan yang harus dapat mengantarkan anak didiknya sebagai wajah pemilik masa depan,” ungkap Dirjen.
Selanjutnya, guru besar UIN Bandung yang akrab disapa Ramdhani ini menekankan, guru harus berjuang agar siswa menguasai dunia digital melalui injeksi computational thinking agar mampu merespon isu utama di masa mendatang. Baca juga: UIN Jakarta Tawarkan 1.338 Kursi di UM-PTKIN
Lihat Juga :