Minat, Kemenristek/BRIN Alokasikan Dana Penelitian Terbesar untuk PTN-PTS
Rabu, 27 Januari 2021 - 23:29 WIB
loading...
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemenristek/BRIN terus mendukung atmosfer penelitian di perguruan tinggi melalui hibah penelitian. Kemenristek berharap penelitian dari kampus pun bermanfaat bagi masyarakat.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, setiap tahun di dalam anggaran Kemenristek/BRIN ada porsi anggaran yang paling besar. Dikhususkan untuk peningkatan penelitian dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Baca juga: 2016-2020, Publikasi Indonesia Melonjak Hingga 161 Ribu
"Setiap tahun ada hibah penelitian yang bersifat kompetifif yang kemudian harus dikerjakan dan menghasilkan output oleh para penerimanya," katanya pada Kinerja Ristek/BRIN 2020 dan Outlook Program 2021 yang disiarkan dari Puspiptek Serpong, Rabu (27/1).
Bambang menyebutkan, hasil dari penelitian yang sudah diciptakan pada 2020 misalnya dari IPB yang menciptakan teknologi produksi optimumum pad varietas unggul. IPB juga menciptakan smart farming dengan menggunakan AI untuk manajemen pertanian baik dari masa tanam sampai masa panen dan pemeliharaannya.
Mantan kepala Bappenas ini juga mencontohkan penelitian dari UI berupa alat penyedot dan penghancur jentik nyamuk yang bersifat portable. Selain itu juga ada kotak pembawa dan pendingin vaksin portabel dan juga hemat energi. Baca juga: Bangun SDM, Mendikbud Sampaikan Misi Revitalisasi Pendidikan Vokasi
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, setiap tahun di dalam anggaran Kemenristek/BRIN ada porsi anggaran yang paling besar. Dikhususkan untuk peningkatan penelitian dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Baca juga: 2016-2020, Publikasi Indonesia Melonjak Hingga 161 Ribu
"Setiap tahun ada hibah penelitian yang bersifat kompetifif yang kemudian harus dikerjakan dan menghasilkan output oleh para penerimanya," katanya pada Kinerja Ristek/BRIN 2020 dan Outlook Program 2021 yang disiarkan dari Puspiptek Serpong, Rabu (27/1).
Bambang menyebutkan, hasil dari penelitian yang sudah diciptakan pada 2020 misalnya dari IPB yang menciptakan teknologi produksi optimumum pad varietas unggul. IPB juga menciptakan smart farming dengan menggunakan AI untuk manajemen pertanian baik dari masa tanam sampai masa panen dan pemeliharaannya.
Mantan kepala Bappenas ini juga mencontohkan penelitian dari UI berupa alat penyedot dan penghancur jentik nyamuk yang bersifat portable. Selain itu juga ada kotak pembawa dan pendingin vaksin portabel dan juga hemat energi. Baca juga: Bangun SDM, Mendikbud Sampaikan Misi Revitalisasi Pendidikan Vokasi
Lihat Juga :