Kemenag: Pelajaran Sejarah Islam Harus Disampaikan Secara Komprehensif
Jum'at, 26 Februari 2021 - 13:44 WIB
loading...
Kemenag meminta guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) untuk menyampaikan materi secara komprehensif. Foto/kemenag.go.id
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meminta guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) untuk menyampaikan materi secara komprehensif.
Hal tersebut perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” tutur Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Muhammad Zain, di Tangerang, Kamis 25 Februari 2021 seperti dikutip dari kemenag.go.id
Pesan ini disampaikan Zain secara daring kepada puluhan guru mata pelajaran SKI yang mengikuti Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Sejarah Kebudayaan Islam MA/MAK.
Dia mengatakan, penyampaian sejarah Islam secara komprehensif memiliki andil untuk membentuk generasi muda yang moderat. Zain mencontohkan, materi tentang kejayaan Islam di Spanyol yang melahirkan para filsuf hebat Ibnu Rusyd dan tokoh mufassir Abi Abdullah al-Qurthuby, maka tak cukup hanya menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu.
Tapi, seorang guru mapel SKI perlu juga mengelaborasi bagaimana sikap dan perilaku umat Islam saat itu. “Kebesaran Islam di Spanyol dan berjaya selama 750 tahun karena para ulama dan muslim Spanyol kala itu mempraktikkan Islam yang inklusif, terbuka dan toleran,” kata Zain.
Karena itu, Zain mengingatkan agar guru mapel SKI perlu memiliki kekayaan literasi sejarah Islam. Sejarah Kebudayaan Islam, lanjut Zain, memiliki karakternya sendiri, hal ini perlu didukung dengan sumber bacaan yang lengkap, agar informasi sejarah tidak dilihat dari satu sudut pandang saja.
“Guru SKI, harus banyak membaca dan penguasaan literaturnya harus baik,” sambung Zain.Baca juga: UMM Kampus Islam Terbaik Dunia, Kalahkan Universitas Kairo
Hal tersebut perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” tutur Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Muhammad Zain, di Tangerang, Kamis 25 Februari 2021 seperti dikutip dari kemenag.go.id
Pesan ini disampaikan Zain secara daring kepada puluhan guru mata pelajaran SKI yang mengikuti Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Sejarah Kebudayaan Islam MA/MAK.
Dia mengatakan, penyampaian sejarah Islam secara komprehensif memiliki andil untuk membentuk generasi muda yang moderat. Zain mencontohkan, materi tentang kejayaan Islam di Spanyol yang melahirkan para filsuf hebat Ibnu Rusyd dan tokoh mufassir Abi Abdullah al-Qurthuby, maka tak cukup hanya menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu.
Tapi, seorang guru mapel SKI perlu juga mengelaborasi bagaimana sikap dan perilaku umat Islam saat itu. “Kebesaran Islam di Spanyol dan berjaya selama 750 tahun karena para ulama dan muslim Spanyol kala itu mempraktikkan Islam yang inklusif, terbuka dan toleran,” kata Zain.
Karena itu, Zain mengingatkan agar guru mapel SKI perlu memiliki kekayaan literasi sejarah Islam. Sejarah Kebudayaan Islam, lanjut Zain, memiliki karakternya sendiri, hal ini perlu didukung dengan sumber bacaan yang lengkap, agar informasi sejarah tidak dilihat dari satu sudut pandang saja.
“Guru SKI, harus banyak membaca dan penguasaan literaturnya harus baik,” sambung Zain.Baca juga: UMM Kampus Islam Terbaik Dunia, Kalahkan Universitas Kairo
Lihat Juga :