Fakultas Kedokteran UI Terlibat Uji Klinis Terapi Covid-19
Jum'at, 26 Februari 2021 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cegah Risiko Terpapar Covid-19, Peneliti FTUI Kembangkan Puvicon
Pelaksanaan studi Recovery di Indonesia merupakan salah satu hasil dari kemitraan yang sudah terjalin lama antara FKUI dan Oxford University, serta dukungan dari berbagai mitra penelitian dan rumah sakit di Indonesia. Universities of Indonesia and Oxford Clinical Research Laboratory (IOCRL), sebuah fasilitas pendukung uji klinik bersama di Jakarta yang juga merupakan hasil dari kemitraan dua lembaga tersebut, akan membantu proses pelaksanaan dan koordinasi studi ini di Indonesia.
Sementara itu, rumah sakit pertama yang bergabung dengan studi Recovery di Indonesia adalah Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta, RS Martha Friska Medan, dan RS Hasan Sadikin Bandung serta beberapa rumah sakit lainnya akan segera bergabung.
Di Indonesia, studi akan diawali dengan mengevaluasi penggunaan Aspirin dan Kolkisin, karena obat ini sudah tersedia dan terjangkau, namun seperti pelaksanaan studi Recovery di Inggris, uji coba ini bersifat adaptif dan obat baru akan ditambahkan seiring waktu.
Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam mengatakan, FKUI sangat senang dapat menjadi bagian dari tim peneliti studi Recovery. “Saya berharap dengan berpartisipasi dalam uji klinis obat Covid-19 terbesar di dunia ini, para peneliti Indonesia bisa membuat terobosan-terobosan yang relevan dengan konteks Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya,” katanya.
Sementara itu, Rektor UI Prof Ari Kuncoro memberikan apresiasi keterlibatan para peneliti dari FKUI dalam uji klinis Recovery di Indonesia. Sejak awal Covid-19 muncul di Indonesia, UI secara aktif terlibat dalam berbagai penelitian, medis, dan sosial.
Pelaksanaan studi Recovery di Indonesia merupakan salah satu hasil dari kemitraan yang sudah terjalin lama antara FKUI dan Oxford University, serta dukungan dari berbagai mitra penelitian dan rumah sakit di Indonesia. Universities of Indonesia and Oxford Clinical Research Laboratory (IOCRL), sebuah fasilitas pendukung uji klinik bersama di Jakarta yang juga merupakan hasil dari kemitraan dua lembaga tersebut, akan membantu proses pelaksanaan dan koordinasi studi ini di Indonesia.
Sementara itu, rumah sakit pertama yang bergabung dengan studi Recovery di Indonesia adalah Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta, RS Martha Friska Medan, dan RS Hasan Sadikin Bandung serta beberapa rumah sakit lainnya akan segera bergabung.
Di Indonesia, studi akan diawali dengan mengevaluasi penggunaan Aspirin dan Kolkisin, karena obat ini sudah tersedia dan terjangkau, namun seperti pelaksanaan studi Recovery di Inggris, uji coba ini bersifat adaptif dan obat baru akan ditambahkan seiring waktu.
Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam mengatakan, FKUI sangat senang dapat menjadi bagian dari tim peneliti studi Recovery. “Saya berharap dengan berpartisipasi dalam uji klinis obat Covid-19 terbesar di dunia ini, para peneliti Indonesia bisa membuat terobosan-terobosan yang relevan dengan konteks Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya,” katanya.
Sementara itu, Rektor UI Prof Ari Kuncoro memberikan apresiasi keterlibatan para peneliti dari FKUI dalam uji klinis Recovery di Indonesia. Sejak awal Covid-19 muncul di Indonesia, UI secara aktif terlibat dalam berbagai penelitian, medis, dan sosial.
Lihat Juga :