Ornamen Header
Vaksinasi Guru dan Tendik Rampung, Mendikbud Wajibkan Sekolah Gelar PTM Terbatas
Vaksinasi Guru dan Tendik Rampung, Mendikbud Wajibkan Sekolah Gelar PTM Terbatas
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah menargetkan setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan (Tendik) selesai pada Juni, maka pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah wajib dilakukan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan esensi dari kebijakan yang dikeluarkan hari ini adalah setelah vaksinasi ke guru dan tenaga kependidikan sudah selesai maka pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga kanwil atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Kejar PTM, Mendikbud: Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik Jadi Prioritas

"Dan juga masih ada opsi pembelajaran jarak jauh. Kenapa masih harus ada opsi pembelajaran jarak jauh karena protokol kesehatannya yaitu maksimal kapasitasnya 50%,"katanya pada Keputusan Bersama Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 secara daring, Selasa (30/3).



Mau tidak mau, lanjutnya, walaupun sudah selesai divaksinasi dan diwajibkan untuk memberikan opsi tatap muka secara terbatas namun tetap masih ada sistem rotasi. Yakni, katanya, sistem rotasi yang menyediakan 2 opsi yakni pembelajaran tatap muka dan PJJ.

Namun point kedua adalah, katanya, yang terpenting adalah orang tua atau wali murid berhak dan bebas memilih apakah anaknya mau melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksankan pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Sudah Boleh, Mendikbud: Hanya 22% Sekolah yang Melakukan

"Jadinya sekolah setelah guru dan pendidik yang di vaksin itu wajib melayani memberikan opsi pelayanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan. Tetapi orang tua boleh memilih apakah mereka nyaman mengirim anaknya ke sekolah apa tidak," katanya.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!