PGRI Minta Pemerintah Hati-Hati Membuka Aktivitas Sekolah
Rabu, 20 Mei 2020 - 12:26 WIB
loading...
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan, pemerintah harus hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan waktu pembukaan sekolah.Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengataka
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebaiknya tidak gegabah membuka aktivitas sekolah. Rencananya, siswa-siswi dan guru akan masuk ke sekolah pada pertengahan Juli nanti.
Di tengah pandemi Covid-19 , rencana itu langung memantik pro dan kontra mengingat ada risiko besar yang mengancam pihak terkait. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan, pemerintah harus hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan waktu pembukaan sekolah.
"Dibuka atau tidak, kami berharap harus dievaluasi terus-menerus perkembangan dari tren penyebaran Covid-19. Jangan sampai seperti di Eropa, Finlandia, ketika dianggap melandai, sekolah dibuka sehari (langsung) guru dan anak-anak terinfeksi banyak banget," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (20/5/2020).
Unifah menganggap, pembukaan sekolah tanpa melihat tren penyebaran virus Sars Cov-II itu memiliki risiko besar. Kalau sampai Juli penyebaran masih tinggi, PGRI meminta Kemendikbud tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Catatannya pemerintah menyiapkan model PJJ. Jangan semua diserahkan kepada guru. Kasihan gurunya mereka-reka. Di satu sisi melakukan PJJ, di sisi lain guru tetap harus lapor ke pengawas dan kena target kurikulum," tuturnya. (Baca juga: DPR Minta Kemendikbud Buat Skenario Tahun Ajaran Baru ).
Di tengah pandemi Covid-19 , rencana itu langung memantik pro dan kontra mengingat ada risiko besar yang mengancam pihak terkait. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan, pemerintah harus hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan waktu pembukaan sekolah.
"Dibuka atau tidak, kami berharap harus dievaluasi terus-menerus perkembangan dari tren penyebaran Covid-19. Jangan sampai seperti di Eropa, Finlandia, ketika dianggap melandai, sekolah dibuka sehari (langsung) guru dan anak-anak terinfeksi banyak banget," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (20/5/2020).
Unifah menganggap, pembukaan sekolah tanpa melihat tren penyebaran virus Sars Cov-II itu memiliki risiko besar. Kalau sampai Juli penyebaran masih tinggi, PGRI meminta Kemendikbud tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Catatannya pemerintah menyiapkan model PJJ. Jangan semua diserahkan kepada guru. Kasihan gurunya mereka-reka. Di satu sisi melakukan PJJ, di sisi lain guru tetap harus lapor ke pengawas dan kena target kurikulum," tuturnya. (Baca juga: DPR Minta Kemendikbud Buat Skenario Tahun Ajaran Baru ).
Lihat Juga :