Pertamina Foundation Gelar Kompetisi Inovasi Energi Berbasis Technopreneur
Jum'at, 09 April 2021 - 05:13 WIB
loading...
Pertamina Foundation kembali luncurkan program PFseries, kompetisi inovasi energi berbasis technopreneur. Foto/Dok/Humas PF
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Foundation kembali luncurkan program PFseries, kali ini program PFsains 2021 yang merupakan ajang kompetisi implementasi karya hasil penelitian terkait inovasi energi baru dan terbarukan.
Ketua Dewan Pembina Pertamina Foundation Koeshartanto, membuka dengan menyampaikan harapan besarnya terhadap program ini. “Saya percaya bahwa program-program seperti ini bisa berhasil dan diikuti dengan antusiasme yang tinggi. Apabila trennya semakin besar, kita menuju pada titik yang kita harapkan bersama. Dalam perjalanan menuju revolusi industri 5.0, kami yakin tidak akan bisa dihindarkan dari peran strategis energi dan generasi muda dalam mengawal dan mengembangkannya,” ujar Koeshartanto, Kamis (8/4).
Baca juga: Ujian SBMPTN di UGM Lebih Ketat, Ini Dokumen Wajib yang Harus Dipersiapkan
Setelah sukses di tahun 2020, tahun ini kompetisi PFsains kembali digelar dengan mengusung tema “Inovasi Energi Berbasis Technopreneur”.
Pertamina Foundation mengundang masyarakat luas, baik mahasiswa, akademisi, pakar dan praktisi, serta pengabdi masyarakat untuk melakukan implementasi dari penelitian, temuan baru, dan praktik-praktik inovasi teknologi pengembangan EBT.
![Pertamina Foundation Gelar Kompetisi Inovasi Energi Berbasis Technopreneur]()
Cerita sukses dari perjalanan PFsains 2020 datang dari penerapan 3 proyek EBT terbaik dari peserta yang telah diimplementasikan bersama Pertamina Foundation. Proyek tersebut di antaranya: Smartfocs Power pembangkit listrik bagi masyarakat pesisir, Microbial Desalination Cell penghasil air bersih di Nusa Tenggara Timur, dan Smart Generator dengan sistem hybrid. Ketiganya akan menjadi barometer di tahun 2021 dengan temuan-temuan yang lebih implementatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Tegas, Mendikbud akan Evaluasi Perguruan Tinggi yang Tak Penuhi 8 Standar Ini
Ketua Dewan Pembina Pertamina Foundation Koeshartanto, membuka dengan menyampaikan harapan besarnya terhadap program ini. “Saya percaya bahwa program-program seperti ini bisa berhasil dan diikuti dengan antusiasme yang tinggi. Apabila trennya semakin besar, kita menuju pada titik yang kita harapkan bersama. Dalam perjalanan menuju revolusi industri 5.0, kami yakin tidak akan bisa dihindarkan dari peran strategis energi dan generasi muda dalam mengawal dan mengembangkannya,” ujar Koeshartanto, Kamis (8/4).
Baca juga: Ujian SBMPTN di UGM Lebih Ketat, Ini Dokumen Wajib yang Harus Dipersiapkan
Setelah sukses di tahun 2020, tahun ini kompetisi PFsains kembali digelar dengan mengusung tema “Inovasi Energi Berbasis Technopreneur”.
Pertamina Foundation mengundang masyarakat luas, baik mahasiswa, akademisi, pakar dan praktisi, serta pengabdi masyarakat untuk melakukan implementasi dari penelitian, temuan baru, dan praktik-praktik inovasi teknologi pengembangan EBT.

Cerita sukses dari perjalanan PFsains 2020 datang dari penerapan 3 proyek EBT terbaik dari peserta yang telah diimplementasikan bersama Pertamina Foundation. Proyek tersebut di antaranya: Smartfocs Power pembangkit listrik bagi masyarakat pesisir, Microbial Desalination Cell penghasil air bersih di Nusa Tenggara Timur, dan Smart Generator dengan sistem hybrid. Ketiganya akan menjadi barometer di tahun 2021 dengan temuan-temuan yang lebih implementatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Tegas, Mendikbud akan Evaluasi Perguruan Tinggi yang Tak Penuhi 8 Standar Ini
Lihat Juga :