Tingkatkan Kompetensi TIK, Mendikbud Targetkan 75.000 Guru Ikut Pembatik
Jum'at, 16 April 2021 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Mendikbud menjelaskan, Pembatik adalah program bimbingan teknis yang mengacu pada model peningkatan kompetensi TIK guru rancangan salah satu badan PBB yakni UNESCO. Program ini memanfatkan portal Rumah Belajar sebagai medianya.
Alumnus Harvard Business School ini menuturkan, Pembatik yang menjadi program unggulan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) ini pada 2020 lalu telah diikuti 70.300 guru. "Dan tahun ini kami menargetkan 75.000 (guru) untuk mengikuti program bimbingan teknis ini," katanya.
Dia menjelaskan, para guru yang akan mengikuti Pembatik akan diasah kemampuannya melalui 4 level. Level pertama ialah literasi TIK, level 2 implementasi TIK, level 3 kreasi TIK, level 4 berbagi dan berkolaborasi dan terakhir akan ada seleksi Duta Rumah Belajar.
Baca juga: Unpad Buka Rekrutmen Dosen Berkualitas, Ini Syaratnya
Nadiem menerangkan, tantangan global menuntut guru yang tangguh, cerdas, tangkas dan kreatif. "Kami yakin peserta Pembatik merupakan tenaga pendidik terbaik Indonesia yang siap menjadi jawaban untuk tantangan global yang dihadapi bangsa,"pungkasnya.
Alumnus Harvard Business School ini menuturkan, Pembatik yang menjadi program unggulan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) ini pada 2020 lalu telah diikuti 70.300 guru. "Dan tahun ini kami menargetkan 75.000 (guru) untuk mengikuti program bimbingan teknis ini," katanya.
Dia menjelaskan, para guru yang akan mengikuti Pembatik akan diasah kemampuannya melalui 4 level. Level pertama ialah literasi TIK, level 2 implementasi TIK, level 3 kreasi TIK, level 4 berbagi dan berkolaborasi dan terakhir akan ada seleksi Duta Rumah Belajar.
Baca juga: Unpad Buka Rekrutmen Dosen Berkualitas, Ini Syaratnya
Nadiem menerangkan, tantangan global menuntut guru yang tangguh, cerdas, tangkas dan kreatif. "Kami yakin peserta Pembatik merupakan tenaga pendidik terbaik Indonesia yang siap menjadi jawaban untuk tantangan global yang dihadapi bangsa,"pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :