Ornamen Header
Persiapan PTM, Ribuan Guru PAUD-SMA Jalani Vaksinasi Covid-19 di Itenas Bandung
Persiapan PTM, Ribuan Guru PAUD-SMA Jalani Vaksinasi Covid-19 di Itenas Bandung
Ribuan tenaga pendidikan dan tenaga non-pendidikan PAUD hingga SMA mengikuti vaksinasi COVID-19 di Itenas Bandung, Rabu (21/4). Foto/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menyelenggarakan vaksinasi COVID-19 untuk tenaga pendidikan atau guru dan tenaga non-pendidikan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Kegiatan tersebut digelar Itenas Bandung sebagai salah satu wujud dukungan Itenas Bandung terhadap program vaksinasi COVID-19 yang digulirkan pemerintah dan persiapan pembelajaran tatap muka yang rencananya bakal digelar Juli 2021 mendatang.

Baca juga: Pandemik Tak Surutkan Para Kartini IPB University Raih Sejumlah Prestasi

Rektor Itenas Bandung, Prof Meilinda Nurbanasari, Ph.D. menyatakan, Itenas Bandung sangat mendukung program vaksinasi COVID-19 yang terus digaungkan oleh pemerintah, agar pandemi COVID-19 segera berakhir.



Menurutnya, penyelenggara vaksinasi COVID-19 ini diikuti tenaga pendidikan, termasuk tenaga non-pendidikan PAUD, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga SMA di wilayah Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

"Penyelenggaraan vaksinasi ini atas permintaan camat Cibeunying Kaler dan pihak Puskesmas Neglasari. Pada prinsipnya, kami sangat mendukung pemerintah untuk vaksinasi, agar pandemi ini segera berakhir. Karenanya, Itenas sangat mendukung penyelenggaraan vaksinasi ini," tutur Meilinda di sela kegiatan vaksinasi COVID-19 di Kampus Itenas Bandung, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: 1.081 Tahun Al-Azhar, Menag: Benteng Wasathiyah Islam yang Moderat dan Toleran

Selain menyediakan tempat, kata Meilinda, pihaknya juga menyediakan sarana pendukung, mulai dari komputer dan jaringan internet hingga printer untuk mendukung pendataan, termasuk tenaga administrasi yang melibatkan mahasiswa Itenas Bandung.

"Melalui proses ini, kami pun nantinya siap menyelengarakan vaksinasi bagi masyarakat umum karena kami berkomitmen mendukung vaksinasi," katanya.

Lebih lanjut Meilinda mengatakan, kegiatan vaksinasi COVID-19 yang diikuti total 1.485 tenaga pendidikan dan tenaga non-pendidikan PAUD, SD, SMP, SMK, dan SMA ini juga menjadi salah satu wujud dukungan Itenas Bandung dalam persiapan pembelajaran tatap muka.



Baca juga: Pertama, UNS Melesat di Peringkat 201-300 Dunia pada THE Impact Ranking 2021

Menurutnya, Itenas Bandung sangat mendorong pembelajaran tatap muka segera digelar. Pasalnya, jika pembelajaran online terus menerus dilakukan, maka kualitas pendidikan akan menurun.

"Kami sangat mendorong sekali proses pembelajaran tatap muka karena kami sadari, kalau pembelajaran online berlama-lama ada penurunan (kualitas) dan itu rasanya sudah disadari," katanya.

Terlebih, lanjut Meilinda, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan tiga menteri lainnya telah menyepakati pembelajaran tatap muka dimulai sejak Januari 2021 lalu.

Diketahui, Mendikbud, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

"Kesepakatan Mendikbud dan tiga menteri lainnya sudah mengizinkan di awal tahun, tapi karena kondisi belum memungkinkan, belum semua sekolah melaksanakan offline," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Meilinda juga memastikan bahwa seluruh tenaga pendidikan dan tenaga non-pendidikan di Itenas Bandung sudah menjalani dua kali penyuntikan vaksinasi COVID-19.

Hal itu pun menjadi salah satu persiapan Itenas Bandung dalam menyambut perkuliahan tatap muka yang rencananya bakal digelar September 2021 mendatang.

"Total 470 tenaga pendidikan dan non pendidikan Itenas Bandung yang sudah menjalani dua kali penyuntikan vaksin. Walaupun ada beberapa yang belum lolos skrining, tapi nantinya (penyuntikan) dilakukan di klinik, kami terus monitor," tandasnya.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!