Ini Solusi Logistik Bencana Ciptaan Mahasiswa Universitas Pertamina
Rabu, 19 Mei 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Roby Hervindo, salah seorang relawan bencana merespon, "Inovasi ini bermanfaat buat para relawan di lapangan. Pengalaman saya, logistik bantuan seringkali terkendala sampai ke tangan penyintas bencana yang tepat. Misalnya ketika bencana tsunami di Palu, kami menghadapi medan transportasi yang terputus akibat longsor. Sehingga mobil logistik terjebak. Dengan website PBB, kami bisa antisipasi keterbatasan akses transportasi." terangnya.
Baca juga: Unpad Buka Program Beasiswa Fast Track Doktoral Padjadjaran
Sementara itu, Muhammad Fajril Atthoriq dan M. Welano Kharisma, juga menciptakan solusi optimalisasi jaringan rantai pasokan bantuan kepada penyintas bencana. "Kami merancang platform digital bernama INACUATE yang mengkombinasikan dua model jaringan distribusi. Pertama, Distributor Storage with Customer Pickup, yakni kondisi ketika penyintas bencana mengambil bantuan secara langsung di posko kebencanaan. Kedua, model Distributor Storage with Last-Mile Delivery, yakni kondisi ketika bantuan dikirimkan langsung ke lokasi penyintas,” ungkap Fajril. Solusi mereka menyabet juara ke-2 di ajang LCC.
Adapun mahasiswa Martin Marcelino A, Ananda Putra D, dan M. Ibnu Ath Thaariq menawarkan alternatif solusi penerapan layout gudang logistik agar proses pengambilan dan pengiriman bantuan dapat lebih terkoordinasi. Salah satunya melalui pemutakhiran website BNPB sehingga proses distribusi bantuan akan terdokumentasikan dengan baik.
Universitas Pertamina memiliki Program Studi Teknik Logistik, yang salah satu mata kuliahnya membahas logistik kebencanaan bernama Humanitarian Logistics (Logistik Kemanusiaan). Selain itu, mata kuliah lain seperti Manajemen Rantai Pasok, Sistem Persediaan, Sistem Dinamis, serta Sistem Distribusi dan Transportasi diakui para anggota tim membantu mereka dalam memberikan alternatif solusi terbaik.
Baca juga: Unpad Buka Program Beasiswa Fast Track Doktoral Padjadjaran
Sementara itu, Muhammad Fajril Atthoriq dan M. Welano Kharisma, juga menciptakan solusi optimalisasi jaringan rantai pasokan bantuan kepada penyintas bencana. "Kami merancang platform digital bernama INACUATE yang mengkombinasikan dua model jaringan distribusi. Pertama, Distributor Storage with Customer Pickup, yakni kondisi ketika penyintas bencana mengambil bantuan secara langsung di posko kebencanaan. Kedua, model Distributor Storage with Last-Mile Delivery, yakni kondisi ketika bantuan dikirimkan langsung ke lokasi penyintas,” ungkap Fajril. Solusi mereka menyabet juara ke-2 di ajang LCC.
Adapun mahasiswa Martin Marcelino A, Ananda Putra D, dan M. Ibnu Ath Thaariq menawarkan alternatif solusi penerapan layout gudang logistik agar proses pengambilan dan pengiriman bantuan dapat lebih terkoordinasi. Salah satunya melalui pemutakhiran website BNPB sehingga proses distribusi bantuan akan terdokumentasikan dengan baik.
Universitas Pertamina memiliki Program Studi Teknik Logistik, yang salah satu mata kuliahnya membahas logistik kebencanaan bernama Humanitarian Logistics (Logistik Kemanusiaan). Selain itu, mata kuliah lain seperti Manajemen Rantai Pasok, Sistem Persediaan, Sistem Dinamis, serta Sistem Distribusi dan Transportasi diakui para anggota tim membantu mereka dalam memberikan alternatif solusi terbaik.
Lihat Juga :