Mahasiswa FTUI Raih Juara 1 World Bank Group Youth Summit 2021
Senin, 12 Juli 2021 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mahasiswa Indonesia Jadi Wisudawan Terbaik di IIITB India, Ini Sosoknya
Topik studi kasus yang dapat dipilih antara lain adalah Covid Vaccination Campaign, Digital Inclusion in Lower-Middle Country with Limited Infrastructure, dan Assessment of Environmental and Social Report of One of the Leading Coffee Company in the World. Panelis juri World Bank Group Youth Summit 2021 terdiri dari Managing Director dari World Bank dan IFC.
“Kepada tim, diberikan waktu 1 hari dengan 4 breakout session untuk berdiskusi. Di akhir acara, setiap tim diberi waktu 10 menit untuk presentasi dan tanya-jawab. Awalnya, sedikit canggung karena kami baru bertemu secara virtual dengan rekan satu tim, tetapi seiring waktu kami dapat saling melengkapi dalam menghasilkan solusi atas kasus yang dihadapi,” ujarnya.
Kasus yang dipilih oleh timnya adalah sustainability sebuah perusahaan kopi terkemuka di dunia. Fokus mereka adalah bagaimana perusahaan ini mampu melakukan sustainability practices bukan hanya untuk bisnisnya, tetapi juga untuk lingkungan.
Baca juga: Kembangkan Aplikasi Kesehatan, Tim Diaspora Indonesia Sabet Juara 1 di Taiwan
“Kami mendiskusikan tentang efek dari bisnis ini ke masyarakat dan lingkungan, potensi risiko dari perubahan iklim untuk keberlangsungan bisnis ini ke depannya, dan cara perusahaan ini merespons perubahan iklim yang terjadi mengingat bisnis ini cukup tergantung pada agrikultur,” terangnya.
Topik studi kasus yang dapat dipilih antara lain adalah Covid Vaccination Campaign, Digital Inclusion in Lower-Middle Country with Limited Infrastructure, dan Assessment of Environmental and Social Report of One of the Leading Coffee Company in the World. Panelis juri World Bank Group Youth Summit 2021 terdiri dari Managing Director dari World Bank dan IFC.
“Kepada tim, diberikan waktu 1 hari dengan 4 breakout session untuk berdiskusi. Di akhir acara, setiap tim diberi waktu 10 menit untuk presentasi dan tanya-jawab. Awalnya, sedikit canggung karena kami baru bertemu secara virtual dengan rekan satu tim, tetapi seiring waktu kami dapat saling melengkapi dalam menghasilkan solusi atas kasus yang dihadapi,” ujarnya.
Kasus yang dipilih oleh timnya adalah sustainability sebuah perusahaan kopi terkemuka di dunia. Fokus mereka adalah bagaimana perusahaan ini mampu melakukan sustainability practices bukan hanya untuk bisnisnya, tetapi juga untuk lingkungan.
Baca juga: Kembangkan Aplikasi Kesehatan, Tim Diaspora Indonesia Sabet Juara 1 di Taiwan
“Kami mendiskusikan tentang efek dari bisnis ini ke masyarakat dan lingkungan, potensi risiko dari perubahan iklim untuk keberlangsungan bisnis ini ke depannya, dan cara perusahaan ini merespons perubahan iklim yang terjadi mengingat bisnis ini cukup tergantung pada agrikultur,” terangnya.
Lihat Juga :