Hindari Konflik, Universitas Mercu Buana Kenalkan Komunikasi antar Budaya
Selasa, 17 Agustus 2021 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: UNS akan Gratiskan Kuliah Atlet Peraih Medali di Paralympic Games Tokyo 2020
Menurut data BPS tahun 2014, setidaknya ada sekitar 45.699 warganegara Indonesia yang tinggal menetap di luar negeri. Terdiri atas 36.702 laki-laki dan 8.997 perempuan. Semua ini tentu saja membawa pengaruh bagi citra dan reputasi Indonesia, terutama bila muncul persoalan komunikasi akibat berbeda budaya.
Agar tidak salah persepsi dan untuk menghindari konflik, serta agar komunikasi efektif, dan sebagai upaya menjembatani berbagai persoalan komunikasi antar pihak berbeda budaya, serta untuk menyatakan identitas & integritas bangsa, Universitas Mercu Buana , melalui program Magister Ilmu Komunikasi, memperkenalkan komunikasi antar budaya, sebagai cara menabur budaya kebaikan Indonesia kepada semua bangsa.
Acara ini bersifat free, dan bisa diikuti oleh siapa saja. Acara social volenteering ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana. Diselenggarakan pada Minggu, 15 Agustus 2021, mengusung tema “Menabur Budaya Kebaikan Indonesia Kepada Semua Bangsa Melalui Komunikasi Antar Budaya”.
Menghadirkan pembicara dari dalam negeri dan luar negeri. Dari negara Australia (Gaby Yarmias), Portugal (Mia das Neves Syamsu), dan German (Tasha Schumi). Sebagai Keynote Speaker, Dr. Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan, S.Sos., M.T. Acara dibuka oleh Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Dr. Heri Budianto, M.Si. Acara dipandu oleh MC dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia oleh Rosidah, S.Psi dan bahasa Inggris oleh Fanny Rofalina, S.Kom, dengan moderator oleh Debby Heidelina, S.I.Kom, dan Sugeng Andriyanto sebagai operator.
Diikuti lebih dari 100 peserta, dari dalam dan luar negeri. Termasuk dari Jerman, Moscow (Rusia), Lisabon, Portugal, Prancis, dan Australia. Acara semula diperkirakan dua jam, namun akibat antusias peserta, acara baru berakhir setelah 3 jam lebih, yaitu pukul 17.22 waktu Indonesia bagian Barat.
Menurut data BPS tahun 2014, setidaknya ada sekitar 45.699 warganegara Indonesia yang tinggal menetap di luar negeri. Terdiri atas 36.702 laki-laki dan 8.997 perempuan. Semua ini tentu saja membawa pengaruh bagi citra dan reputasi Indonesia, terutama bila muncul persoalan komunikasi akibat berbeda budaya.
Agar tidak salah persepsi dan untuk menghindari konflik, serta agar komunikasi efektif, dan sebagai upaya menjembatani berbagai persoalan komunikasi antar pihak berbeda budaya, serta untuk menyatakan identitas & integritas bangsa, Universitas Mercu Buana , melalui program Magister Ilmu Komunikasi, memperkenalkan komunikasi antar budaya, sebagai cara menabur budaya kebaikan Indonesia kepada semua bangsa.
Acara ini bersifat free, dan bisa diikuti oleh siapa saja. Acara social volenteering ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana. Diselenggarakan pada Minggu, 15 Agustus 2021, mengusung tema “Menabur Budaya Kebaikan Indonesia Kepada Semua Bangsa Melalui Komunikasi Antar Budaya”.
Menghadirkan pembicara dari dalam negeri dan luar negeri. Dari negara Australia (Gaby Yarmias), Portugal (Mia das Neves Syamsu), dan German (Tasha Schumi). Sebagai Keynote Speaker, Dr. Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan, S.Sos., M.T. Acara dibuka oleh Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Dr. Heri Budianto, M.Si. Acara dipandu oleh MC dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia oleh Rosidah, S.Psi dan bahasa Inggris oleh Fanny Rofalina, S.Kom, dengan moderator oleh Debby Heidelina, S.I.Kom, dan Sugeng Andriyanto sebagai operator.
Diikuti lebih dari 100 peserta, dari dalam dan luar negeri. Termasuk dari Jerman, Moscow (Rusia), Lisabon, Portugal, Prancis, dan Australia. Acara semula diperkirakan dua jam, namun akibat antusias peserta, acara baru berakhir setelah 3 jam lebih, yaitu pukul 17.22 waktu Indonesia bagian Barat.
Lihat Juga :