Hindari Konflik, Universitas Mercu Buana Kenalkan Komunikasi antar Budaya
Selasa, 17 Agustus 2021 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Banyak pesan bijak dari para narasumber. Sekalipun sudah tinggal lebih dari 10 tahun di luar negeri, narasumber dari luar negeri mengaku tetap cinta dan bangga pada Indonesia, dan tidak lupa juga menabur budaya kebaikan Indonesia kepada semua bangsa melalui komunikasi antar budaya.
Misalnya dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih setiap sampai di puncak gunung yang didaki di negara manapun juga, memakai batik atau tenun sebagai pakaian yang menjadi ciri khas Indonesia, memperkenalkan tarian tradisional, adat istiadat, etiket cara bersalaman, bahasa Indonesia, sikap ramah tamah dan tradisi gotong royong, serta lagu dan aneka masakan khas Indonesia, berikut keindahan alam Indonesia.
Berikut sepenggal pesan bijak dan pantun dari Keynote speaker, Dr. Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan, atau yang biasa disapa dengan sebutan Bunda Rossa, sebagai salah satu tips agar mampu menabur budaya kebaikan Indonesia kepada semua bangsa melalui komunikasi antar budaya.
Mengutip pesan pijak dari pakar komunikasi, DeVito (1997), “hindarilah kecenderungan untuk mengevaluasi nilai-nilai, kepercayaan, perilaku dari suatu budaya sebagai lebih baik daripada nilai-nilai, kepercayaan dan perilaku dari budaya lain”.
Sedangkan sebagai pantun penutup karya Bunda Rossa, “Cintaku padamu bagaikan nafas, ‘tak akan kutahan agar kau tak lepas. Sejauh & setinggi apapun diriku terbang lepas, Pancasila dan Merah Putih selalu jadi identitas”.
Misalnya dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih setiap sampai di puncak gunung yang didaki di negara manapun juga, memakai batik atau tenun sebagai pakaian yang menjadi ciri khas Indonesia, memperkenalkan tarian tradisional, adat istiadat, etiket cara bersalaman, bahasa Indonesia, sikap ramah tamah dan tradisi gotong royong, serta lagu dan aneka masakan khas Indonesia, berikut keindahan alam Indonesia.
Berikut sepenggal pesan bijak dan pantun dari Keynote speaker, Dr. Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan, atau yang biasa disapa dengan sebutan Bunda Rossa, sebagai salah satu tips agar mampu menabur budaya kebaikan Indonesia kepada semua bangsa melalui komunikasi antar budaya.
Mengutip pesan pijak dari pakar komunikasi, DeVito (1997), “hindarilah kecenderungan untuk mengevaluasi nilai-nilai, kepercayaan, perilaku dari suatu budaya sebagai lebih baik daripada nilai-nilai, kepercayaan dan perilaku dari budaya lain”.
Sedangkan sebagai pantun penutup karya Bunda Rossa, “Cintaku padamu bagaikan nafas, ‘tak akan kutahan agar kau tak lepas. Sejauh & setinggi apapun diriku terbang lepas, Pancasila dan Merah Putih selalu jadi identitas”.
(mpw)
Lihat Juga :