Beri Kuliah Umum di Unnes, Sekjen PDIP Dorong Mahasiswa Kuasai Iptek
Selasa, 24 Agustus 2021 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kenapa K-Pop begitu digemari warga Indonesia. Kenapa kita terkesan meninggalkan budaya kita. Kita mempunyai tradisi kebudayaan yang berwarna, mengandung local wisdom. Seharusnya kebudayaan kita diikemas secara modern dengan nilai kultural sehingga mendorong kepemimpinan Indonesia dalam budaya. Hal ini harus digelorakan mahasiswa," harap Hasto.
Dalam kesempatan itu, Hasto menyampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menaruh perhatian bagaimana dunia kampus menjadi wahana yang penting dan strategis dan menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa yang akan datang.
Hasto mendorong para mahasiswa untuk paham sejarah bangsa. Apalagi sejak dulu Indonesia telah diakui kepemimpinannya di tingkat dunia termasuk dengan menggelar Konferensi Asia Afrika yang mendorong kemerdekaan sejumlah negara di Asia dan Afrika.
"Pada tahun 1955 setelah kita mendapatkan kedaulatan secara penuh, bagaimana Bung Karno sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia dan Afrika, bagaimana kita mampu menyelenggarakan suatu konferensi yang menggelorakan semangat kepemimpinan Indonesia padahal kita baru enam tahun mendapatkan kedaulatan secara penuh setelah kita berjuang bersama mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, kepemimpinan Indonesia inilah yang seharusnya, membangun spirit seluruh mahasiswa," beber Hasto.
"Mari membuka wawasan kita terhadap sejarah, terhadap pentingnya pemimpin negarawan dimana mahasiswa sudah saatnya menggembleng diri agar menjadi manusia Indonesia yang sempurna yang sadar terhadap sejarahnya dan juga sadar tanggungjawabnya bagi masa depan kita," tambah Hasto.
Dalam kesempatan itu, Hasto menyampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menaruh perhatian bagaimana dunia kampus menjadi wahana yang penting dan strategis dan menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa yang akan datang.
Hasto mendorong para mahasiswa untuk paham sejarah bangsa. Apalagi sejak dulu Indonesia telah diakui kepemimpinannya di tingkat dunia termasuk dengan menggelar Konferensi Asia Afrika yang mendorong kemerdekaan sejumlah negara di Asia dan Afrika.
"Pada tahun 1955 setelah kita mendapatkan kedaulatan secara penuh, bagaimana Bung Karno sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia dan Afrika, bagaimana kita mampu menyelenggarakan suatu konferensi yang menggelorakan semangat kepemimpinan Indonesia padahal kita baru enam tahun mendapatkan kedaulatan secara penuh setelah kita berjuang bersama mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, kepemimpinan Indonesia inilah yang seharusnya, membangun spirit seluruh mahasiswa," beber Hasto.
"Mari membuka wawasan kita terhadap sejarah, terhadap pentingnya pemimpin negarawan dimana mahasiswa sudah saatnya menggembleng diri agar menjadi manusia Indonesia yang sempurna yang sadar terhadap sejarahnya dan juga sadar tanggungjawabnya bagi masa depan kita," tambah Hasto.
Lihat Juga :