Ketua DPD RI Dorong PGRI Rumuskan Metode Pembelajaran Simpel Saat Pandemi
Kamis, 09 September 2021 - 16:08 WIB
loading...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dorong PGRI rumuskan metode pembelajaran simpel saat pandemi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) merumuskan metode pembelajaran simpel yang bisa diimplementasikan orang tua saat mendampingi anak-anak belajar melalui metode daring selama pandemi Covid-19.
Permintaan ini disampaikan LaNyalla setelah dampak pandemi Covid-19 menunjukkan tren kebiasaan yang berbeda dalam aktivitas belajar, terutama pada anak-anak. Penelitian Global Save The Children Indonesia menunjukkan, 7 dari 10 anak jarang belajar selama pandemi terjadi.
"Saya kira PGRI perlu membuat suatu metode belajar yang simpel yang bisa diterapkan orang tua dalam mendampingi anak belajar daring di rumah. Hal itu akan menekan gap yang dapat memberi pengaruh buruk terhadap perkembangan otak anak," tutur LaNyalla, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Respons Keluhan Gubernur Kalteng, Ketua DPD RI: Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri
Menurut Senator asal Jawa Timur itu, fakta ini dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya materi belajar yang terbatas, akses internet, minimnya fasilitas gawai hingga demotivasi karena sulitnya memahami pengajaran orang tua dan tidak mendapat bimbingan guru.
Permintaan ini disampaikan LaNyalla setelah dampak pandemi Covid-19 menunjukkan tren kebiasaan yang berbeda dalam aktivitas belajar, terutama pada anak-anak. Penelitian Global Save The Children Indonesia menunjukkan, 7 dari 10 anak jarang belajar selama pandemi terjadi.
"Saya kira PGRI perlu membuat suatu metode belajar yang simpel yang bisa diterapkan orang tua dalam mendampingi anak belajar daring di rumah. Hal itu akan menekan gap yang dapat memberi pengaruh buruk terhadap perkembangan otak anak," tutur LaNyalla, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Respons Keluhan Gubernur Kalteng, Ketua DPD RI: Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri
Menurut Senator asal Jawa Timur itu, fakta ini dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya materi belajar yang terbatas, akses internet, minimnya fasilitas gawai hingga demotivasi karena sulitnya memahami pengajaran orang tua dan tidak mendapat bimbingan guru.
Lihat Juga :