Mahasiswa UI akan Berlaga di Kompetisi Penerbangan Terbesar Dunia di Turki

Selasa, 14 September 2021 - 12:27 WIB
loading...
Mahasiswa UI akan Berlaga...
Tim AUAV UI berangkat ke Turki untuk mengikuti kompetisi Teknofest International UAV Competition di Bursa Yunuselli Airport, Turki. Foto:Dok/Humas UI
A A A
JAKARTA - Tim Autonomous Unmanned Aerial Vehicle (AUAV) Universitas Indonesia (UI) yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berangkat ke Turki untuk mengikuti kompetisi Teknofest International Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) Competition (13-18/9) di Bursa Yunuselli Airport, Turki.

Tim AUAV merupakan bagian dari Tim Robotika UI (TRUI), yakni salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di UI yang berfokus pada pengembangan robot untuk lomba tingkat nasional dan internasional.

Baca juga: Singkirkan IPB dan ITB, Mahasiswa Andalas Ini Juara Pilmapres 2021

UAV Competition adalah salah satu festival penerbangan terbesar di dunia yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran tentang teknologi dan sains bagi masyarakat, dan meningkatkan sumber daya manusia yang terlatih di bidang tersebut.

Teknofest terdiri dari 34 kategori lomba, di antaranya kategori roket, sistem otonomi, kecerdasan buatan, dan sistem bawah air. Salah satu tipe yang dilombakan ialah kategori Fixed Wing & Vertical Take-off & Landing (VTOL).

Para mahasiswa Fakultas Teknik tersebut adalah Luthfi Aldianta, Muhammad Luqman Sugiyono, Pramudita Bintang Al Hakam, Adam Ilham Maulana, Shang Welly Chin, Daniel Martua Matthew Simatupang, Raditya Aryaputra, serta dari FMIPA Rizky Millennianno (Fisika) dan Anindya Samiya Artanti (Matematika).

Baca juga: Beasiswa Kalla Dibuka bagi Mahasiswa Domisili Sulawesi, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

“Tujuan utama kami mengikuti kompetisi ini untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang mekanika, manufaktur, elektronika, pemrograman, strategi, image processing, komunikasi digital, dan soft skill lainnya terkait dunia robotik. Selain itu, kami ingin membuktikan bahwa UI juga memiliki sumber daya mahasiswa yang mampu bersaing pada skala internasional dan memiliki kemampuan yang kompeten, respektif, dan adaptif,” ujar Kapten Tim Luthfi melalui siaran pers, Senin (13/9/2021).

Pada kompetisi ini, Tim AUAV UI membawa teknologi fixed wing atau yang akrab disebut pesawat sayap tetap atau pesawat konvensional. Pesawat ini memiliki sejumlah konfigurasi yang berbeda dari pesawat biasa, seperti bentuk badan pesawat yang dilengkapi dengan dua sayap dan satu motor. Jenis pesawat ini populer di industri pertanian dan perminyakan untuk melakukan pemetaan area, seperti pemetaan kontur tanah.

Kecepatan serta kemampuan jangkauan wilayahnya yang luas membuat teknologi pesawat ini juga sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan penanganan kebencanaan, seperti kegiatan melacak korban, mengumpulkan dan mengirimkan sampel medis, serta mengirimkan persediaan dan obat-obatan ke daerah terpencil dan tidak terjangkau.

Baca juga: Berprestasi di Usia Muda, Ini Sederet Prestasi Stanve di Kompetisi Global

“Dalam membuat teknologi ini kami mengedepankan aspek kestabilan udara, aspek ketahanan rangka robot terbang, aspek akurasi posisi, aspek keamanan robot, dan tidak lupa juga aspek penampilan robot agar fungsional, namun tetap estetik. Ini semua indikator penilaian yang penting dalam perlombaan nantinya,” ujar Luthfi menjelaskan.

Untuk memenuhi semua aspek tersebut, rangka robot terbang yang dibuat oleh Tim AUAV terbuat dari fiber dan foam agar rangka pesawat tetap kuat, namun ringan digunakan. Untuk keakuratan, robot terbang ini menggunakan flight controller dengan arsitektur 32-bit yang disertai dengan pelacak GPS dengan kemampuan cakupan kurang lebih 20 satelit.

Penanaman teknologi ini digunakan untuk menjaga agar jalur penerbangan robot dapat diketahui secara akurat. Dari segi desain, robot terbang ini dilengkapi dengan baling-baling yang mengarah ke belakang, sehingga ketika robot ini menabrak suatu objek, objek tersebut tidak akan tersayat oleh baling-baling robot.

Teknologi robot terbang ini dilengkapi dengan bantuan dari Microsoft yang digunakan untuk memaksimalkan kemampuan robot, seperti GitHub, Microsoft Azure IoT Hub, Azure Time Series Insights, dan Azure Maps.

Dengan menggunakan GitHub, program dalam komputer robot dapat diperbaharui dengan cepat melalui internet, sambil tetap dapat melakukan rollback (pemanggilan kembali) apabila terjadi kendala. Kebutuhan pembacaan data telemetri secara real-time dan penyimpanan data pengujian pesawat dapat dengan mudah dilakukan dengan teknologi Microsoft Azure IoT Hub, Azure Time Series Insights, serta Azure Maps.

Selain itu, tim AUAV juga menggunakan Microsoft Excel dalam analisis untuk mendapatkan parameter dalam menentukan jenis desain dan mekanisme manufaktur yang optimal pada pembuatan robot.

"Masuknya tim AUAV UI ke babak final Teknofest International UAV Competition merupakan sebuah pencapaian yang sangat membanggakan dan patut kita apresiasi. Semangat serta dedikasi mereka dalam mengembangkan fixed wing menjadi sebuah inspirasi akan besarnya potensi Indonesia di bidang sains dan teknik. Kami pun bangga karena teknologi kami dapat membantu tim dalam mengembangkan robot terbang ini. Semoga pencapaian tim AUAV UI dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memajukan dunia sains dan teknologi, sehingga kita dapat terus memberdayakan Indonesia," ujar Panji Wasmana, National Technology Officer, Microsoft Indonesia.

Tim AUAV mempunyai fokus pada jenis perlombaan pesawat tanpa awak. Sebelumnya, tim ini telah meraih beberapa penghargaan, baik nasional maupun internasional, diantaranya adalah penghargaan Mission Accomplishment pada Kontes Robot Terbang Indonesia 2020 pada kategori fixed wing dan finalis Teknofest UAV Competition 2020 pada kategori yang sama.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Rekomendasi
Daftar Microdrama Enemy...
Daftar Microdrama Enemy to Lovers di V+Short, Dari Benci Jadi Cinta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berita Terkini
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved