Prof Gayus Apresiasi Mahasiswa Unkris Meski Pandemi Mampu Unjuk Prestasi
Kamis, 11 November 2021 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sejarah, Bung Karno telah berhasil membuktikan ucapan tersebut. Beberapa contoh peristiwa besar yang dilakukan Sukarno adalah ketika Indonesia menginisiasi Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Lalu Bung Karno juga pernah mengambil keputusan Indonesia keluar dari PBB sebagai bentuk protes atas ketidakmampuan PBB dalam menyelesaikan konflik yang melibatkan Indonesia dengan Malaysia.
Semangat Soekarno zaman sekarang yang lahir dari kaum akademisi, lanjut Prof Gayus, antara lain dengan munculnya mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus, baik tingkat nasional, maupun internasional. "Belum lama ini kita menyaksikan bagaimana mahasiswa UGM mampu menciptakan alat deteksi virus Covid-19 hanya dalam waktu 80 menit. Sebuah alat deteksi dengan tingkat akurasi yang tinggi dan hasilnya sangat cepat, paling cepat dibanding alat PCR lainnya," kata Gayus.
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa dari kampus lain, lanjut Prof Gayus, juga dapat lahir di Kampus Unkris. Dengan bimbingan yang baik dari para dosen, dukungan dari jajaran rektorat dan dekan, mahasiswa akan dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk berkarya bagi kampus dan bangsa ini.
Prof Gayus mengingatkan bahwa Kampus Unkris menjadi salah satu kampus yang telah melahirkan banyak orang-orang hebat di Indonesia. Mulai dari pejabat pemerintah, anggota legislatif, eksekutif, menteri, Ketua MA dan sejumlah hakim agung.
"Saya mendapatkan dasar ilmu hukum yang saat tekuni dari kampus ini. Selama lebih dari 41 tahun saya berkiprah di kampus ini. Sarjana S1 saya di sini, lalu saya menjadi anggota DPR RI 2 periode, menjadi lawyer 30 tahun, menjadi hakim agung 7 tahun. Semua ilmu dasarnya dari kampus Unkris," kata Prof Gayus.
Ia yakin rektor dan jajarannya, juga para dosen sedang, akan, dan terus bekerja keras untuk mengantarkan Unkris kembali menjadi kampus unggul.
Semangat Soekarno zaman sekarang yang lahir dari kaum akademisi, lanjut Prof Gayus, antara lain dengan munculnya mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus, baik tingkat nasional, maupun internasional. "Belum lama ini kita menyaksikan bagaimana mahasiswa UGM mampu menciptakan alat deteksi virus Covid-19 hanya dalam waktu 80 menit. Sebuah alat deteksi dengan tingkat akurasi yang tinggi dan hasilnya sangat cepat, paling cepat dibanding alat PCR lainnya," kata Gayus.
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa dari kampus lain, lanjut Prof Gayus, juga dapat lahir di Kampus Unkris. Dengan bimbingan yang baik dari para dosen, dukungan dari jajaran rektorat dan dekan, mahasiswa akan dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk berkarya bagi kampus dan bangsa ini.
Prof Gayus mengingatkan bahwa Kampus Unkris menjadi salah satu kampus yang telah melahirkan banyak orang-orang hebat di Indonesia. Mulai dari pejabat pemerintah, anggota legislatif, eksekutif, menteri, Ketua MA dan sejumlah hakim agung.
"Saya mendapatkan dasar ilmu hukum yang saat tekuni dari kampus ini. Selama lebih dari 41 tahun saya berkiprah di kampus ini. Sarjana S1 saya di sini, lalu saya menjadi anggota DPR RI 2 periode, menjadi lawyer 30 tahun, menjadi hakim agung 7 tahun. Semua ilmu dasarnya dari kampus Unkris," kata Prof Gayus.
Ia yakin rektor dan jajarannya, juga para dosen sedang, akan, dan terus bekerja keras untuk mengantarkan Unkris kembali menjadi kampus unggul.
Lihat Juga :