Peneliti Terbaik Dunia dari Telkom University Menjadi Guru Besar

Jum'at, 10 Desember 2021 - 17:49 WIB
loading...
Peneliti Terbaik Dunia...
Telkom University kukuhkan Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menjadi guru besar bidang Kecerdasan Buatan. Foto/Dok/Humas Telkom University
A A A
JAKARTA - Telkom University kukuhkan Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menjadi guru besar bidang Kecerdasan Buatan. Pada sidang senat pengukuhan Guru Besar Prof. Suyanto yang berlangsung di Gedung Damar Telkom University, Jumat (10/12), Prof. Suyanto menyampaikan orasi ilmiah bertajuk 'Komodo Mlipir Algorithm'.

Menurut Prof. Suyanto , Komodo Mlipir Algorithm (KMA) merupakan sebuah algoritma baru, yang merupakan hasil riset dirinya bersama dengan tim di Kelompok Keahlian Intelligence System, Fakultas Informatika. Algoritma ini termasuk ke dalam kelompok metode optimasi metaheuristik, yang dikenal sebagai Swarm Intelligence (SI).

Baca juga: Beasiswa Kuliah Daring di ICE Institute Masih Dibuka hingga 20 Desember

“Metode KMA ini telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (https://www.dgip.go.id) pada tanggal 08 Maret 2021,” JelasProf. Dr. Suyanto dalam orasi ilmiahnya, Jumat (10/12/2021).

Prof. Suyanto yang merupakan alumni Teknik Informatika 1993, Telkom University (d/h STT Telkom), menjelaskan berbagai algoritma optimasi metaheuristik yang ada saat ini umumnya hanya mampu menyelesaikan masalah berdimensi rendah (puluhan hingga ratusan). Walaupun ada sejumlah algoritma yang sanggup menyelesaikan masalah berdimensi ribuan, biasanya memiliki kompleksitas komputasi yang tinggi sehingga memerlukan sumber daya komputer yang besar dan waktu yang lama.

“KMA ini dibangun untuk mengatasi kekurangan tersebut. KMA dirancang mampu memberikan jaminan yang tinggi dalam menemukan optimum global serta dapat diskalakan untuk ribuan (bahkan jutaan) dimensi (atau variabel),” Jelasnya.

Baca juga: Ini 10 Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan

Prof. Suyanto yang telah menjadi dosen tetap Telkom University sejak 2000 ini merupakan dosen yang aktif melakukan pengajaran dan penelitian di bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Swarm Intelligence, dan Evolutionary Computation.

“Metode KMA yang kami kembangkan ini terinspirasi dari perilaku Komodo yang merupakan hewan langka asli provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dan Gerakan Mlipir istilah dalam Bahasa Jawa, yang dapat diartikan: berjalan di pinggir untuk menghindari bahaya sehingga selamat mencapai tujuan,” Ucapnya.

Prof. Suyanto menambahkan secara empiris, KMA terbukti scalable, stable, dan low computation pada sebagian besar fungsi acuan. Rencana pengembangan selanjutnya, KMA akan diuji secara lebih komprehensif menggunakan benchmark functions yang lebih kompleks dan permasalahan riil di dunia nyata.

Selain itu ada 2 poin penting lagi yang perlu diperhatikan antara lain, sebagai algoritma SI baru yang berkinerja tinggi, KMA berpotensi besar untuk diterapkan pada berbagai bidang karena semua permasalahan komputasi di dunia nyata adalah optimasi. Selain itu, KMA memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan AutoML dan XAI untuk mewujudkan teknologi 4G AI, yang ditandai dengan adanya teknologi AXAI yang akurat, cepat, dan murah.

Poin konklusi selanjutnya menurut Prof. Suyanto adalah semua bidang ilmu adalah saling berkaitan. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari bidang-bidang lain sesuai minat supaya dapat mengembangkan sistem yang lebih luas. Oleh karena teknologi Artificial Narrow Intelligence sudah mulai menyamai kemampuan manusia secara khusus dalam bidang tertentu.

Prof. Dr. Suyanto diamanahi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Guru Besar atau Profesor Guru Besar Bidang Ilmu Kecerdasan Buatan Fakultas Informatika Telkom University, berdasarkan surat keputusan NOMOR 79979/MPK.A/KP.05.01/2021 tentang kenaikan jabatan akademik dosen.

Prof. Suyanto aktif mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal maupun konferensi. Hingga saat ini beliau sudah menghasilkan 94 publikasi ilmiah internasional yang terindeks Scopus dan Scimago, di mana 21 di antaranya dalam bentuk jurnal internasional bereputasi dan 73 lainnya dalam prosiding internasional dan book chapter.

Berdasarkan hasil publikasinya tersebut, Prof. Suyanto memiliki h-index Scopus 14, yang membuat nama Beliau masuk dalam Daftar 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh yang diterbitkan oleh Stanford University dan Elsevier BV, bulan Oktober 2021. Selain itu, Beliau telah mendaftarkan 8 paten, mendapatkan 22 hak cipta, dan menerbitkan 10 buku ajar yang semuanya berkaitan dengan bidang Artificial Intelligence.

Sebagai penutup Prof. Suyanto menyampaikan bahwa Guru Besar ini bukanlah titik finish. Melainkan titik start untuk berlari lebih cepat serta titik awal untuk berkarya lebih banyak. “Bagi saya guru besar merupakan Titik awal untuk hilirisasi hasil-hasil penelitian secara lebih kencang. Titik awal dalam memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat. Untuk bangsa Indonesia. Untuk dunia.” Ucapnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan SDM Unggul,...
Siapkan SDM Unggul, BCA Berbagi Ilmu Gelar Kuliah Umum di Telkom University
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Sosok Prof Jhanghiz...
Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
President University...
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset
Momen Hari Kartini,...
Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
Dulu Wartawan Kini Dekan,...
Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Berita Terkini
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved