Jurnal Ilmiah CHRM2 Universitas Jember Terindeks Scopus Pertama di Asia Tenggara
Selasa, 28 Desember 2021 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
“Kami saat ini tengah menyusun ulang struktur kurikulum serta menyiapkan dan meningkatkan kualitas dosen sebagai Sumber Daya Manusia. Harapannya proses pengajuannya ke Ditjen Dikti akan lancar dan tahun 2022 bisa menerima mahasiswa sebab sudah banyak mitra kami terutama dari luar negeri yang tertarik belajar HAM di Universitas Jember,” ungkap Al Khanif.
Keberhasilan JSEAHR menembus indeks Scopus disambut gembira oleh Rektor Universitas Jember. Menurutnya, kini tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitas JSEAHR agar terus menjadi jurnal ilmiah yang bermutu.
“Selamat untuk JSEAHR dan kawan-kawan di CHRM2, saya berharap keberhasilan kawan-kawan di JSEAHR bakal menginspirasi para pengelola jurnal ilmiah lainnya di Universitas Jember untuk turut meraih indeks Scopus. Kedua, keberadaan fellows di CHRM2 diharapkan membantu jurnal ilmiah lainnya di Universitas Jember,” kata Iwan Taruna.
Sebagai tambahan, dari informasi yang ada secara daring, Scopus adalah layanan indeksasi dan penyedia database jurnal terbesar saat ini. Scopus telah mengindeks lebih dari 22.000 judul artikel jurnal dari 5.000 lebih penerbit. Scopus menyediakan sistem penilaian untuk mengukur apakah sebuah jurnal ilmiah yang dibuat memiliki dampak signifikan ataukah tidak.
Karena itu, artikel yang sudah terindeks Scopus memiliki reputasi dan nilai kredit yang tinggi bagi dosen. Layanan Scopus berada di bawah naungan Elsevier, sebuah organisasi atau perusahaan penerbit publikasi ilmiah internasional yang kini berbasis di Amsterdam, Belanda yang berdiri sejak tahun 1880.
Keberhasilan JSEAHR menembus indeks Scopus disambut gembira oleh Rektor Universitas Jember. Menurutnya, kini tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitas JSEAHR agar terus menjadi jurnal ilmiah yang bermutu.
“Selamat untuk JSEAHR dan kawan-kawan di CHRM2, saya berharap keberhasilan kawan-kawan di JSEAHR bakal menginspirasi para pengelola jurnal ilmiah lainnya di Universitas Jember untuk turut meraih indeks Scopus. Kedua, keberadaan fellows di CHRM2 diharapkan membantu jurnal ilmiah lainnya di Universitas Jember,” kata Iwan Taruna.
Sebagai tambahan, dari informasi yang ada secara daring, Scopus adalah layanan indeksasi dan penyedia database jurnal terbesar saat ini. Scopus telah mengindeks lebih dari 22.000 judul artikel jurnal dari 5.000 lebih penerbit. Scopus menyediakan sistem penilaian untuk mengukur apakah sebuah jurnal ilmiah yang dibuat memiliki dampak signifikan ataukah tidak.
Karena itu, artikel yang sudah terindeks Scopus memiliki reputasi dan nilai kredit yang tinggi bagi dosen. Layanan Scopus berada di bawah naungan Elsevier, sebuah organisasi atau perusahaan penerbit publikasi ilmiah internasional yang kini berbasis di Amsterdam, Belanda yang berdiri sejak tahun 1880.
(mpw)
Lihat Juga :