Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Unkris Terjunkan Mahasiswa ke Dunia Kerja
Senin, 10 Januari 2022 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Dekan Fakultas Ekonomi Unkris Dr. Suharto SE,MS menjelaskan, kerja sama yang dilakukan alumni Krisnapala menjadi pintu dibukanya kerja sama lebih lanjut antara Desa Suntenjaya dengan Unkris. Kerja sama triple helix yang melibatkan perguruan tinggi, desa dan Litbangda melalui Program Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.
Hal ini penting dan strategis agar program yang dimiliki desa dapat berkesenambungan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Apalagi kegiatan ini kedepan akan melibatkan dosen- dosen, mahasiswa dan masyarakat setempat,” tutur Suharto.
Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk lebih mengoptimalkan potensi Desa Suntenjaya, memang perlu melibatkan pengusaha selain masyarakat, akademisi dan pemerintah desa melalui konsep penta helix. “Tetapi pengusaha tetap harus memiliki komitmen untuk menjaga kearifan lokal masyarakat setempat, sehingga kehadirannya tidak merusak ekosistem yang ada,” jelas Rektor.
Menurut Rektor, Desa Suntenjaya memiliki nilai historis dan spiritual yang berkaitan dengan Prabu Siliwangi. Nilai historis dan spiritual ini harus tetap terjaga bahkan dijadikan sebagai nilai lebih dari Desa Wisata Suntenjaya.“Keberadaan bumi perkemahan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tambah Rektor.
Ia berjanji, penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) secepat mungkin. Terlebih melalui program MBKM, mahasiswa yang terlibat dalam program ini dapat dikonversikan setara dengan 20 SKS. “Kita bisa lanjutkan dengan KKN tematik yang dapat dilaksanakan secara parsial, integrative, dan holistic. Bisa juga kita siapkan program magang mahasiswa,” katanya.
Bahkan pengembangan Desa Wisata Suntenjaya juga bisa dilakukan melalui kewirausahan program MBKM dengan menerjunkan mahasiswa dan dosen-dosen kewirausahan untuk membantu mengemas dari sisi pemasarannya sehingga mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi, dan menghadirkan para pembeli potensial produk-produk kerajinan masyarakat Suntenjaya.
Hal ini penting dan strategis agar program yang dimiliki desa dapat berkesenambungan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Apalagi kegiatan ini kedepan akan melibatkan dosen- dosen, mahasiswa dan masyarakat setempat,” tutur Suharto.
Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk lebih mengoptimalkan potensi Desa Suntenjaya, memang perlu melibatkan pengusaha selain masyarakat, akademisi dan pemerintah desa melalui konsep penta helix. “Tetapi pengusaha tetap harus memiliki komitmen untuk menjaga kearifan lokal masyarakat setempat, sehingga kehadirannya tidak merusak ekosistem yang ada,” jelas Rektor.
Menurut Rektor, Desa Suntenjaya memiliki nilai historis dan spiritual yang berkaitan dengan Prabu Siliwangi. Nilai historis dan spiritual ini harus tetap terjaga bahkan dijadikan sebagai nilai lebih dari Desa Wisata Suntenjaya.“Keberadaan bumi perkemahan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tambah Rektor.
Ia berjanji, penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) secepat mungkin. Terlebih melalui program MBKM, mahasiswa yang terlibat dalam program ini dapat dikonversikan setara dengan 20 SKS. “Kita bisa lanjutkan dengan KKN tematik yang dapat dilaksanakan secara parsial, integrative, dan holistic. Bisa juga kita siapkan program magang mahasiswa,” katanya.
Bahkan pengembangan Desa Wisata Suntenjaya juga bisa dilakukan melalui kewirausahan program MBKM dengan menerjunkan mahasiswa dan dosen-dosen kewirausahan untuk membantu mengemas dari sisi pemasarannya sehingga mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi, dan menghadirkan para pembeli potensial produk-produk kerajinan masyarakat Suntenjaya.
(mpw)
Lihat Juga :