Inovasi Kesehatan, ITS Kembangkan Alat Monitoring Jantung Jarak Jauh
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:36 WIB
loading...
Tim peneliti ITS dari Departemen Teknik Komputer menginovasikan alat monitoring jantung Electrocardiogram (ECG) dengan 12 sadapan atau ECG 12 lead. Foto/Dok/ITS
A
A
A
JAKARTA - Tim peneliti ITS yang diketuai Arief Kurniawan dari Departemen Teknik Komputer menginovasikan alat monitoring jantung Electrocardiogram (ECG) dengan 12 sadapan atau ECG 12 lead. Alat ini dapat digunakan oleh pasien secara mandiri dan dipantau oleh dokter melalui data berbasis Cloud.
ECG merupakan alat yang digunakan untuk memantau kondisi jantung melalui pengukuran aktivitas kelistrikan atau impuls denyut jantung. ECG 12 lead memiliki efektivitas paling tinggi dari tipe ECG lainnya karena mampu menunjukkan kondisi jantung dari 12 perspektif secara horizontal dan vertikal pada waktu bersamaan.
Baca juga: ITB Ciptakan Panel Anti Peluru dari Serat Rami, Tahan Peluru Jarak 5 Meter
“Karena harganya yang mahal, rumah sakit kecil umumnya menggunakan ECG 1 lead yang hanya mampu melihat kondisi jantung dari satu perspektif saja,” ungkap salah satu anggota tim peneliti ITS Dion Hayu Fandiantoro melalui siaran pers, Rabu (19/1/2022).
Dosen Teknik Komputer ITS ini melanjutkan, selain mengembangkan ECG 12 lead dengan harga yang lebih eknomis, tim ITS juga berfokus pada portabilitas alat. Alat dapat digunakan secara mandiri oleh pasien dan dapat dipantau dari jarak jauh oleh dokter yang bertugas.
“Hasil data perekaman jantung yang tersimpan di Cloud mampu mengurangi penggunaan kertas,” tambah alumni ITS ini.
ECG merupakan alat yang digunakan untuk memantau kondisi jantung melalui pengukuran aktivitas kelistrikan atau impuls denyut jantung. ECG 12 lead memiliki efektivitas paling tinggi dari tipe ECG lainnya karena mampu menunjukkan kondisi jantung dari 12 perspektif secara horizontal dan vertikal pada waktu bersamaan.
Baca juga: ITB Ciptakan Panel Anti Peluru dari Serat Rami, Tahan Peluru Jarak 5 Meter
“Karena harganya yang mahal, rumah sakit kecil umumnya menggunakan ECG 1 lead yang hanya mampu melihat kondisi jantung dari satu perspektif saja,” ungkap salah satu anggota tim peneliti ITS Dion Hayu Fandiantoro melalui siaran pers, Rabu (19/1/2022).
Dosen Teknik Komputer ITS ini melanjutkan, selain mengembangkan ECG 12 lead dengan harga yang lebih eknomis, tim ITS juga berfokus pada portabilitas alat. Alat dapat digunakan secara mandiri oleh pasien dan dapat dipantau dari jarak jauh oleh dokter yang bertugas.
“Hasil data perekaman jantung yang tersimpan di Cloud mampu mengurangi penggunaan kertas,” tambah alumni ITS ini.
Lihat Juga :