Inilah Pejabat Indonesia Bergelar Profesor
Selasa, 15 Februari 2022 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, Profesor Mahfud MD dinilai pantas menjadi Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanana bila melihat latar belakangnya.
Pejabat Indonesia bergelar profesor lainnya adalah Wakil Presiden Indonesia, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Ma'ruf adalah politikus senior dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Ia pernah menduduki kursi legislatif sebagai anggota DPRD DKI Jakarta selama dua periode (1971–1977 dan 1977–1982) sejak pertama kali dilantik pada 14 Oktober 1971, kemudian menduduki kursi anggota DPR sejak 1 Oktober 1997 hingga 30 September 2004.
Pada 1955, Ma'ruf memperoleh pendidikan awalnya di Sekolah Rakyat Kresek dan bersamaan juga ia digemblengkan pengetahuan agama di Madrasah Ibtidayah Kresek. Kemudian melanjutkan pendidikan menengah Madrasah Tsanawiyah (1958) dan Madrasah Aliyahnya (1961) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur milik Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul 'Ulama.
Dia disekolahkan di sebuah pondok pesantren di Banten pada 1963. Setahun setelahnya, ia menempuh pendidikan tinggi pada 1964 di Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, dan berhasil memperoleh gelar sarjana filsafat Islam.
Pada 2017 lalu, Ma'Ruf menjadi Guru Besar Kehormatan Bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Pejabat Indonesia bergelar profesor lainnya adalah Wakil Presiden Indonesia, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Ma'ruf adalah politikus senior dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Ia pernah menduduki kursi legislatif sebagai anggota DPRD DKI Jakarta selama dua periode (1971–1977 dan 1977–1982) sejak pertama kali dilantik pada 14 Oktober 1971, kemudian menduduki kursi anggota DPR sejak 1 Oktober 1997 hingga 30 September 2004.
Pada 1955, Ma'ruf memperoleh pendidikan awalnya di Sekolah Rakyat Kresek dan bersamaan juga ia digemblengkan pengetahuan agama di Madrasah Ibtidayah Kresek. Kemudian melanjutkan pendidikan menengah Madrasah Tsanawiyah (1958) dan Madrasah Aliyahnya (1961) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur milik Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul 'Ulama.
Dia disekolahkan di sebuah pondok pesantren di Banten pada 1963. Setahun setelahnya, ia menempuh pendidikan tinggi pada 1964 di Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, dan berhasil memperoleh gelar sarjana filsafat Islam.
Pada 2017 lalu, Ma'Ruf menjadi Guru Besar Kehormatan Bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
(mpw)
Lihat Juga :