Penerimaan SBMPTN Terimbas Kebijakaan Nadiem, Ini Penjelasan Diktiristek
Minggu, 20 Februari 2022 - 13:50 WIB
loading...
Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Prof. Nizam. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Kurikulum Merdeka atau sebelumnya disebut Kurikulum Prototipe akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.
Dampaknya, di sekolah SMA tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Siswa bisa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA. Namun, hal tersebut berdampak pada penerimaan mahasiswa baru.
Baca juga: Nadiem Hapus Jurusan di SMA, Rektor UNS: Ini Berdampak pada Penerimaan Maba SBMPTN
Disinggung akan hal itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), Kemendikbudristek Prof. Nizam mengatakan, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) akan disesuaikan agar tidak ada siswa yang dirugikan.
PMB ke depan masih sama dengan sekarang, tapi ujiannya disesuaikan sehingga tidak merugikan siswa dari kurikulum mana pun yang dipakai," ujar Nizan saat dihubungi MPI, Minggu (20/2/2022).
Nizam menjelaskan, saat ini Lembaga Test Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan pihak Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sedang berkolaborasi dalam menentukan rancangan model ujian bagi PMB.
Baca juga: Statusnya Tak Diakui Kemendikbudristek, Guru PAI Tidak Bisa Ikut PPG Dalam Jabatan 2022
Dampaknya, di sekolah SMA tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Siswa bisa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA. Namun, hal tersebut berdampak pada penerimaan mahasiswa baru.
Baca juga: Nadiem Hapus Jurusan di SMA, Rektor UNS: Ini Berdampak pada Penerimaan Maba SBMPTN
Disinggung akan hal itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), Kemendikbudristek Prof. Nizam mengatakan, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) akan disesuaikan agar tidak ada siswa yang dirugikan.
PMB ke depan masih sama dengan sekarang, tapi ujiannya disesuaikan sehingga tidak merugikan siswa dari kurikulum mana pun yang dipakai," ujar Nizan saat dihubungi MPI, Minggu (20/2/2022).
Nizam menjelaskan, saat ini Lembaga Test Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan pihak Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sedang berkolaborasi dalam menentukan rancangan model ujian bagi PMB.
Baca juga: Statusnya Tak Diakui Kemendikbudristek, Guru PAI Tidak Bisa Ikut PPG Dalam Jabatan 2022
Lihat Juga :