Teliti Panti Asuhan di Indonesia, Psikolog Ini Raih Doktor di UB dengan IPK 3.97
Sabtu, 02 April 2022 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
"LKS di Indonesia didominasi oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan jumlah total 6.748 panti, dan baru terakreditasi 2.875 LKSA, hanya 185 LKSA yang memperoleh nilai akreditasi A, namun pengelolaannya belum optimal," kata Soelton, Sabtu (2/4/2022).
Menurutnya, beberapa temuan inti dari penelitian tersebut, di antaranya, pertama: pengelolaan sistem kontrol panti didasari pola pola kebiasaan pengelola secara turun temurun.
Kedua: Pengelolaan tidak berdasarkan standart Kementerian Sosial sebagai ukuran pengelolaan. Ketiga: pengelolaan tidak dibakukan dan tidak didokumentasi dalam pembinaan anak-anak yang menjadi asuhannya.
Dalam penelitiannya, Soelton menyurvei 185 responden yang didapat dari 2.875 populasi pimpinan LKSA yang terakreditasi A. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2020 sampai September 2021 menyebar di seluruh Indonesia.
Tim Promotor disertasinya terdiri dari Prof. Dr. Noermijati, Ko-Promotor Dr. Fatchur Rohman dan Dr. Mugiono. Sedangkan tim pengujinya adalah Prof. Dr. Achmad Sudiro, Prof. Dr. Astrid Puspaningrum dan Dr. Agung Yuniarinto, serta 2 penguji Luar Prof. Dr Arissetyanto Nugroho dan Prof. Dr. Pantja Djati.
Soelton memaparkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi proses penilaian keberhasilan kinerja organisasi LKSA. LKSA perlu meningkatkan kinerja organisasinya agar sesuai dengan persyaratan Kementerian Sosial.
"Dalam kaitan ini, LKSA harus mampu mengelola sumber daya manusianya sesuai dengan standar parenting nasional (SNPA). SDM memiliki pengaruh penting dalam proses keberlanjutan LKSA," terangnya.
Menurutnya, beberapa temuan inti dari penelitian tersebut, di antaranya, pertama: pengelolaan sistem kontrol panti didasari pola pola kebiasaan pengelola secara turun temurun.
Kedua: Pengelolaan tidak berdasarkan standart Kementerian Sosial sebagai ukuran pengelolaan. Ketiga: pengelolaan tidak dibakukan dan tidak didokumentasi dalam pembinaan anak-anak yang menjadi asuhannya.
Dalam penelitiannya, Soelton menyurvei 185 responden yang didapat dari 2.875 populasi pimpinan LKSA yang terakreditasi A. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2020 sampai September 2021 menyebar di seluruh Indonesia.
Tim Promotor disertasinya terdiri dari Prof. Dr. Noermijati, Ko-Promotor Dr. Fatchur Rohman dan Dr. Mugiono. Sedangkan tim pengujinya adalah Prof. Dr. Achmad Sudiro, Prof. Dr. Astrid Puspaningrum dan Dr. Agung Yuniarinto, serta 2 penguji Luar Prof. Dr Arissetyanto Nugroho dan Prof. Dr. Pantja Djati.
Soelton memaparkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi proses penilaian keberhasilan kinerja organisasi LKSA. LKSA perlu meningkatkan kinerja organisasinya agar sesuai dengan persyaratan Kementerian Sosial.
"Dalam kaitan ini, LKSA harus mampu mengelola sumber daya manusianya sesuai dengan standar parenting nasional (SNPA). SDM memiliki pengaruh penting dalam proses keberlanjutan LKSA," terangnya.
Lihat Juga :