Teliti Panti Asuhan di Indonesia, Psikolog Ini Raih Doktor di UB dengan IPK 3.97

Sabtu, 02 April 2022 - 19:27 WIB
loading...
Teliti Panti Asuhan di Indonesia, Psikolog Ini Raih Doktor di UB dengan IPK 3.97
Mochamad Soelton, S.Psi., MM., CHRMP, Psikolog Anak yang juga dosen di Universitas Mercu Buana (UMB). Foto/Dok/Humas UMB
A A A
JAKARTA - Mochamad Soelton, S.Psi., MM., CHRMP, Psikolog Anak yang juga dosen di Universitas Mercu Buana (UMB) ini berhasil meraih gelar Doktornya di Universitas Brawijaya, Malang dengan IPK 3.97.

Soelton berhasil meraih gelar doktor lewat disertasinya berjudul 'Determinan yang mempengaruhi Organizational Performance dengan Moderasi Altruism: Studi pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia'.

Baca juga: Mahasiswa UB buat Antibiotik Alternatif dari Tanaman Sambiloto

Dengan menemukan 3 novelty salah satunya Altruism bagi kemimpinan di panti asuhan yang ditelitinya, hal ini mengantarkan Soelton meraih nilai sempurna-cumlaude dengan IPK 3.97.

Selain Dosen dan Psikolog Praktek, awalnya Soelton berkarier di industri mulai dari perbankan, Manufacturing, Retail dan terakhir sebagai Senior HRD GA Manager di Damai Indah Golf, Tbk. Kemampuan penyesuaian dirinya yang bagus membuatnya dengan cepat dalam menekuni karier sebagai seorang pendidik.

Terkait disertasi, Soelton mengatakan kalau berdasarkan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 17 Tahun 2012 tentang Akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Baca juga: Mahasiswa IPB Raih Juara dan Runner-Up dalam Vocal Atma Cordis Systolic 2022

"LKS di Indonesia didominasi oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan jumlah total 6.748 panti, dan baru terakreditasi 2.875 LKSA, hanya 185 LKSA yang memperoleh nilai akreditasi A, namun pengelolaannya belum optimal," kata Soelton, Sabtu (2/4/2022).

Menurutnya, beberapa temuan inti dari penelitian tersebut, di antaranya, pertama: pengelolaan sistem kontrol panti didasari pola pola kebiasaan pengelola secara turun temurun.

Kedua: Pengelolaan tidak berdasarkan standart Kementerian Sosial sebagai ukuran pengelolaan. Ketiga: pengelolaan tidak dibakukan dan tidak didokumentasi dalam pembinaan anak-anak yang menjadi asuhannya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1463 seconds (10.55#12.26)