Bukan Hanya Netflix, Serikat Guru Minta Film Anak Negeri Juga Diperhatikan
Kamis, 18 Juni 2020 - 14:15 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sinergi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Netflix menuai sorotan publik. Kerja sama itu terkait penayangan film-film dokumenter dari Netflix melalui TVRI dalam rangka mendukung program belajar dari rumah.
Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI ) Satriwan Salim menyayangkan bila hanya film dokumenter versi Netflix saja yang disiarkan. Semestinya, menurut dia, penayangan itu juga divariasikan dengan konten lokal karya anak bangsa. (Baca juga: Kemendikbud Gandeng Netflix, KPI: Kita Harus Bantu Industri Media dalam Negeri)
“Kalau mau menghadirkan karya film dokumenter untuk memberikan pendidikan karakter, kreativitas, dan inspirasi bagi anak siswa, kenapa Netflix yang berbasis film luar negeri?” ujar Satriwan kepada SINDOnews, Kamis (18/6/2020).
Menurut dia, masih banyak film maupun konten hasil kreativitas buatan dalam negeri yang bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak. Misalnya saja, film Laskar Pelangi, Denias Senandung di Atas Awan, Di Timur Matahari, dan lainnya.
“Kenapa enggak film anak negeri? Kan banyak karya film lokal anak negeri. Ini kan bisa dimaksimalkan. Jangan memberi makan perusahaan asing kalau memang berbayar. Kalau gratis, jangan cuma Netflix saja. Harus divariasikan dengan karya-karya anak negeri,” tandasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI ) Satriwan Salim menyayangkan bila hanya film dokumenter versi Netflix saja yang disiarkan. Semestinya, menurut dia, penayangan itu juga divariasikan dengan konten lokal karya anak bangsa. (Baca juga: Kemendikbud Gandeng Netflix, KPI: Kita Harus Bantu Industri Media dalam Negeri)
“Kalau mau menghadirkan karya film dokumenter untuk memberikan pendidikan karakter, kreativitas, dan inspirasi bagi anak siswa, kenapa Netflix yang berbasis film luar negeri?” ujar Satriwan kepada SINDOnews, Kamis (18/6/2020).
Menurut dia, masih banyak film maupun konten hasil kreativitas buatan dalam negeri yang bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak. Misalnya saja, film Laskar Pelangi, Denias Senandung di Atas Awan, Di Timur Matahari, dan lainnya.
“Kenapa enggak film anak negeri? Kan banyak karya film lokal anak negeri. Ini kan bisa dimaksimalkan. Jangan memberi makan perusahaan asing kalau memang berbayar. Kalau gratis, jangan cuma Netflix saja. Harus divariasikan dengan karya-karya anak negeri,” tandasnya.
Lihat Juga :