Perkuat Pembelajaran Online, ICE Institute Kolaborasi dengan Sederet Mitra Baru
Rabu, 20 April 2022 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap, kerja sama dengan UNESCO-ICHEI dapat memperkuat pendidikan pembelajaran online di tingkat internasional. Rektor UT juga mengungkapkan, dengan bekerja sama dengan ITB, pihaknya optimis akan memperkuat kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan pengembang game.
Selain itu Rektor UT berharap kerjasama ICE Institute dengan Politeknik Sahid dapat memfasilitasi pendidikan vokasi di Indonesia. Sedangkan dengan berkolaborasi dengan Lentera Nusantara, peserta game developer dapat terhubung dengan dunia bisnis dan dunia industri. “Ke depannya, diharapkan kerja sama antara ICE Institute dengan UNESCO-ICHEI, ITB, Politeknik Sahid, dan Lentera Nusantara semakin kuat dan menyentuh daerah lain,” harapnya.
Baca juga: Benahi Iklim Lingkungan Belajar, Nadiem Luncurkan Program RAN PIJAR
Director of UNESCO-ICHEI Prof. Li Ming melihat ICE Institute sangat mengerti akan kebutuhan baik pengajar maupun mahasiwa. Oleh karena itu, pihaknya akan membantu dan mendukung dalam hal sumber daya, baik dalam peningkatan kompetensi pengajar untuk menerapkan TIK di perguruan tinggi, dan untuk pengembangan keahliannya.
Chief of IIOE, UNESCO-ICHEI Prof. Cher Ping Lim menyampaikan, momen penandatangan kerja sama ini merupakan tonggak baru, bahwa Indonesia mempunyai perwakilan pendidikan inklusif dari UNESCO dan ICE Institute sebagai pelaksananya. “Semoga ke depannya kerja sama ini menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua,” ujarnya.
Selain itu Rektor UT berharap kerjasama ICE Institute dengan Politeknik Sahid dapat memfasilitasi pendidikan vokasi di Indonesia. Sedangkan dengan berkolaborasi dengan Lentera Nusantara, peserta game developer dapat terhubung dengan dunia bisnis dan dunia industri. “Ke depannya, diharapkan kerja sama antara ICE Institute dengan UNESCO-ICHEI, ITB, Politeknik Sahid, dan Lentera Nusantara semakin kuat dan menyentuh daerah lain,” harapnya.
Baca juga: Benahi Iklim Lingkungan Belajar, Nadiem Luncurkan Program RAN PIJAR
Director of UNESCO-ICHEI Prof. Li Ming melihat ICE Institute sangat mengerti akan kebutuhan baik pengajar maupun mahasiwa. Oleh karena itu, pihaknya akan membantu dan mendukung dalam hal sumber daya, baik dalam peningkatan kompetensi pengajar untuk menerapkan TIK di perguruan tinggi, dan untuk pengembangan keahliannya.
Chief of IIOE, UNESCO-ICHEI Prof. Cher Ping Lim menyampaikan, momen penandatangan kerja sama ini merupakan tonggak baru, bahwa Indonesia mempunyai perwakilan pendidikan inklusif dari UNESCO dan ICE Institute sebagai pelaksananya. “Semoga ke depannya kerja sama ini menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua,” ujarnya.
(nz)
Lihat Juga :