Perkuat Pembelajaran Online, ICE Institute Kolaborasi dengan Sederet Mitra Baru
Rabu, 20 April 2022 - 19:22 WIB
loading...
Penandatanganan kerja sama ICE Institute dengan mitra dari dalam dan luar negeri. Foto/Tangkap layar laman UT.
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Cyber Education ( ICE ) Institute menggandeng mitra-mitra baru yang berasal dari dalam dan luar negeri. Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas dan pembelajaran yang bermutu bagi masyarakat.
Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam berharap, kerja sama ini mampu berperan dalam perluasan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas bagi kedua institusi dan kedua negara. Terutama dalam bidang teknologi dan siap menghadapi revolusi industry dan era society 5.0, dan dalam upaya pemenuhan pembelajaran bermutu oleh semua masyarakat di mana pun dan kapan pun.
Direktur ICE Institute Prof. Dr. Paulina Pannen menyampaikan, ICE Institute telah melayani mahasiswa Indonesia sebagai marketplace kursus online sejak Juli 2021. “Saat ini kami memiliki 34 institusi mitra, bekerja sama untuk mempromosikan kursus online berkualitas untuk semua,” katanya, dikutip dari laman resmi Universitas Terbuka (UT), Rabu (20/4/2022).
Baca: UGM Wisuda 1.346 Mahasiswa Pascasarjana, Ini Pesan Rektor
Dia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, pendidikan online hadir dan menyelamatkan banyak praktik pendidikan di seluruh dunia. Hal ini bisa dilihat dengan berkembang pesatnya pendidikan online, yang menambah ilmu pembelajaran tatap muka atau yang kerap disebut dengan blended learning.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada mitra atas penandatangan kerja sama ini dan harapan atas kolaborasi ini untuk mempromosikan ICE Institute menjadi pusat International Institute of Online Education (IIOE) nasional. “Sehingga kami dapat melakukan peningkatan baik dari segi penelitian untuk dosen dan pengembangan masyarakat luas di bidang literasi digital dan teknologi,” ucapnya.
Rektor UT selaku Ketua Konsorsium ICE Institute Prof. Ojat Darojat menyampaikan terima kasih kepada Direktur International Center for Higher Education Innovation Under the Auspices UNESCO-ICHEI-ITB, Politeknik Sahid, dan Lentera Nusantara, dan mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini.
Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam berharap, kerja sama ini mampu berperan dalam perluasan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas bagi kedua institusi dan kedua negara. Terutama dalam bidang teknologi dan siap menghadapi revolusi industry dan era society 5.0, dan dalam upaya pemenuhan pembelajaran bermutu oleh semua masyarakat di mana pun dan kapan pun.
Direktur ICE Institute Prof. Dr. Paulina Pannen menyampaikan, ICE Institute telah melayani mahasiswa Indonesia sebagai marketplace kursus online sejak Juli 2021. “Saat ini kami memiliki 34 institusi mitra, bekerja sama untuk mempromosikan kursus online berkualitas untuk semua,” katanya, dikutip dari laman resmi Universitas Terbuka (UT), Rabu (20/4/2022).
Baca: UGM Wisuda 1.346 Mahasiswa Pascasarjana, Ini Pesan Rektor
Dia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, pendidikan online hadir dan menyelamatkan banyak praktik pendidikan di seluruh dunia. Hal ini bisa dilihat dengan berkembang pesatnya pendidikan online, yang menambah ilmu pembelajaran tatap muka atau yang kerap disebut dengan blended learning.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada mitra atas penandatangan kerja sama ini dan harapan atas kolaborasi ini untuk mempromosikan ICE Institute menjadi pusat International Institute of Online Education (IIOE) nasional. “Sehingga kami dapat melakukan peningkatan baik dari segi penelitian untuk dosen dan pengembangan masyarakat luas di bidang literasi digital dan teknologi,” ucapnya.
Rektor UT selaku Ketua Konsorsium ICE Institute Prof. Ojat Darojat menyampaikan terima kasih kepada Direktur International Center for Higher Education Innovation Under the Auspices UNESCO-ICHEI-ITB, Politeknik Sahid, dan Lentera Nusantara, dan mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini.
Lihat Juga :