Mendikbudristek Sebut 140.000 Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka

Jum'at, 13 Mei 2022 - 16:16 WIB
loading...
Mendikbudristek Sebut 140.000 Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/Kemendikbudristek
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022 di kantor Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2022).

Nadiem mengatakan, dalam upacara Hardiknas yang bertemakan “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar” tersebut, Ia turut memproklamirkan terkait Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Pimpin Upacara Hardiknas 2022, Nadiem Kenakan Pakaian Adat Flores

“ltu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia akan belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” ujar Nadiem dalam pidatonya di Kantor Kemendikbudristek, Jumat (13/5/2022).

Lebih lanjut, Nadiem mengimbau, agar siswa tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan. Karena menurut Nadiem, Asesmen Nasional kali ini, tidak bertujuan untuk ‘menghukum’ guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar.

"Supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan,” jelasnya.



Bca juga: Qonita, Alumni Unhas Sukses Raih Gelar Doktor di Irlandia Pada Usia 25 Tahun

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim turut menyampaikan tangguhnya tenaga pendidik di Indonesia yang terus terdepan meski dihantam terjangan Covid-19.

“Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia,” ujar Nadiem dalam pidatonya, Jumat (13/5/2022).

Nadiem menuturkan, dengan adanya capaian terkait kebijakan merdeka belajar. Hal itu, tidak hanya dirasakan oleh orang tua maupun tenaga pendidik di Indonesia. Bahkan, digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

“Tahun ini kita membuktikan bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” terang Nadiem.
(mpw)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2693 seconds (11.252#12.26)