Kisah Marc Irawan Bangun Platform Edukasi demi Pendidikan Terbaik sang Buah Hati
Rabu, 18 Mei 2022 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Transformasi ini berjalan sukses. Terbukti, selama pandemi, Marc berhasil menelurkan sejumlah fitur inovatif baru di CoLearn dan meningkatkan jumlah pengguna secara signifikan.
Salah satu fitur terobosan yang belum pernah ada sebelumnya adalah “Tanya”, yang memungkinkan pelajar untuk mengunggah foto soal-soal latihan dan dalam hitungan detik, CoLearn akan menyediakan video penjelasan tentang cara memahami pertanyaan tersebut secara bertahap.
Memanfaatkan kecerdasan buatan, fitur canggih ini membuat proses belajar menjadi lebih seru, praktis, dan menyenangkan. Tidak heran, dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah diluncurkan, fitur “Tanya” telah menjadi andalan untuk 2,5 juta pengguna.
Sejak dulu, Marc memang telah memiliki ketertarikan untuk berkarier di bidang pendidikan. Tinggal menetap dan tumbuh besar di dua negara sekaligus, yakni Indonesia dan Singapura, semakin membuka cakrawala pengetahuan Marc Irawan terhadap dunia. Marc pun rela hijrah ke Negara Kanada untuk melanjutkan studi Ilmu Komputer dan Genetika di Universitas British Columbia.
Di masa-masa awal perkuliahan, Marc sempat bertekad untuk terjun ke dunia pendidikan. Namun, ia terpaksa mengurungkan niat mulianya tersebut melihat minimnya apresiasi, kerumitan, serta birokrasi sistem pendidikan di tanah air.
Sepulangnya ke Indonesia, Marc memilih untuk terlebih dahulu membantu Ayahnya menjalankan perusahaan konsultan milik keluarga. Semuanya lantas perlahan berubah ketika beberapa orang tua rekanan mulai meminta Marc mengajari anak-anak mereka tentang coding.
Salah satu fitur terobosan yang belum pernah ada sebelumnya adalah “Tanya”, yang memungkinkan pelajar untuk mengunggah foto soal-soal latihan dan dalam hitungan detik, CoLearn akan menyediakan video penjelasan tentang cara memahami pertanyaan tersebut secara bertahap.
Memanfaatkan kecerdasan buatan, fitur canggih ini membuat proses belajar menjadi lebih seru, praktis, dan menyenangkan. Tidak heran, dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah diluncurkan, fitur “Tanya” telah menjadi andalan untuk 2,5 juta pengguna.
Sejak dulu, Marc memang telah memiliki ketertarikan untuk berkarier di bidang pendidikan. Tinggal menetap dan tumbuh besar di dua negara sekaligus, yakni Indonesia dan Singapura, semakin membuka cakrawala pengetahuan Marc Irawan terhadap dunia. Marc pun rela hijrah ke Negara Kanada untuk melanjutkan studi Ilmu Komputer dan Genetika di Universitas British Columbia.
Di masa-masa awal perkuliahan, Marc sempat bertekad untuk terjun ke dunia pendidikan. Namun, ia terpaksa mengurungkan niat mulianya tersebut melihat minimnya apresiasi, kerumitan, serta birokrasi sistem pendidikan di tanah air.
Sepulangnya ke Indonesia, Marc memilih untuk terlebih dahulu membantu Ayahnya menjalankan perusahaan konsultan milik keluarga. Semuanya lantas perlahan berubah ketika beberapa orang tua rekanan mulai meminta Marc mengajari anak-anak mereka tentang coding.
Lihat Juga :